Usaha Tanpa Modal

Banyak kita jumpai di internet ataupun di seminar-seminar yang digelar bertajuk usaha tanpa modal, usaha dengan modal nol menghasilkan jutaan rupiah tiap bulan dan kata-kata sejenisnya. Kalau kita tidak jeli bisa terbius dengan slogan tersebut dan hanya karena ingin segera mempunyai usaha akhirnya kita terlilit hutang yang tidak ada habisnya.

Saya yakin semua orang dalam hati kecilnya ingin supaya bisa mandiri terutama setelah menginjak usia 30-an, mereka bisa bebas  menentukan semua keinginannya baik dari segi waktu maupun keuangan sehingga tidak ada yang mengatur terutama kalau punya bos atau atasan istilah kerennya sudah punya passive income. Namun dalam kenyataannya tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan karena menjadi pengusaha itu tidaklah mudah dan perlu perjuangan luar biasa melebihi standard orang biasa. Semua slogan seperti di atas hanyalah suatu upaya agar seseorang yang sebenarnya punya potensi menjadi pengusaha maka akan didorong secara emosi agar dapat merealisasikan apa yang menjadi cita-citanya meskipun punya kendala dengan keterbatasan modal. Hampir semua pengusaha pasti mengalami jatuh bangun dalam merintis dan menjalankan usahanya namun yang membedakan mereka dengan orang biasa adalah mereka setiap menghadapi rintangan selalu mempunyai ide atau cara untuk mencari jalan keluarnya dengan berbagai cara dan pengalaman yang mereka miliki. Sebagai ilustrasi kalau kita jalan dan menghadapi jalan buntu karena ternyata ada tembok penghalang maka kalau sebagai orang biasa menghadapi rintangan semacam ini maka akan balik pulang namun sebagai seorang pengusaha harus mencari akal bagaimana caranya agar bisa menembus tembok tersebut karena mereka yakin di balik tembok tersebut tersimpan harta karun yang melimpah. Adapun caranya mungkin cari tangga, tembok dilubangi, melubangi tanah di bawah tembok, mencari seutas tali untuk memanjat dan berbagai macam cara dengan satu tujuan bahwa mereka harus bisa melewati tembok tersebut dengan cara apapun yang penting bisa dipraktekkan. Semua ini tidak akan berjalan jika seseorang tidak mempunyai niat kuat menjadi seorang pengusaha meskipun sebenarnya modal sudah punya karena instink bisnisnya tidak jalan dan tidak banyak akalnya. Jadi seorang pengusaha pasti banyak akalnya dalam mencari solusi terhadap rintangan yang dihadapi dan agar banyak akal memerlukan sifat keberanian, cukup ilmu  dan pengalaman yang memadai.

Kita juga harus menyadari bahwa sebagai pengusaha harus bisa melihat suatu permasalahan secara menyeluruh dan kemudian menangkap peluang kalau ada kesempatan dengan cepat, kita ibaratkan seorang pengusaha itu bagaikan burung elang yang selalu melayang-layang di udara mencari peluang makanan di berbagai penjuru dan jika sudah menemukan peluang tersebut maka burung tersebut akan segera menukik dan menerkam mangsa tersebut. Sebaliknya Allah juga menciptakan ayam meskipun dijejali dengan berbagai macam cara agar bisa terbang tetap saja ayam itu tidak akan bisa terbang seperti burung tetapi si ayam tetap akan mendapat makanan dengan kemampuan apa yang mereka miliki. Jika kita sudah digariskan mempunyai karakteristik sebagai seekor ayam maka dengan berbagai macam cara dan motivasi agar menjadi seekor burung elang  yang bisa terbang maka usaha kita kemungkinan besar akan sia-sia. Namun kita tetap harus berusaha karena kita belum tahu sebenarnya kita itu diciptakan mempunyai karakteristik seperti burung elang atau ayam.

Jadi begitu bagaimana sebaiknya kalau kita tidak punya modal tetapi tetap ingin menjadi pengusaha. Tenang saja tekat kuat/ngotot merupakan modal utama sebagai seorang pengusaha dan tidak lupa berdoa. Apa implikasi dari kedua hal tersebut, yang pertama tekat kuat (niat menjadi pengusaha) itu harus sudah tertanam dalam jiwa kita sehingga seluruh daya dan upaya yang kita miliki kita arahkan ke sana. Kita perhatikan di sekeliling kita betapa banyaknya peluang usaha yang ada namun tidak ada satupun yang kita praktekan karena bisa jadi kita kurang jeli atau tidak minat untuk menjadi pengusaha. Yang kedua kita yakin sepenuhnya bahwa semua usaha dan rezeki kita tergantung dari Allah yang maha kuasa mengaturnya, jika Dia tidak berkenan menjadikan kita berhasil menjadi pengusaha tidak ada seorang makhlukpun yang sanggup menghalanginya dan demikian juga sebaliknya. Untuk itulah perlunya kita banyak melakukan usaha dan berdoa agar cita-cita menjadi pengusaha terkabul. Ibaratnya semua rezeki itu tersimpan dalam suatu gudang yang hanya bisa dibuka apabila kita punya Kunci. Jadi meskipun kita mengitari gudang beribu-ribu kali tidak akan mendapatkan rezeki tersebut tanpa mempunyai Kunci. Jadi kita harus rajin mencari kunci dan berdoa agar bisa mendapatkannya sehingga pintu rezeki tersebut dapat terbuka. Jika semua usaha telah kita lakukan dan ternyata tidak berhasil juga kemungkinan memang kita diciptakan tidak untuk menjadi seekor elang namun menjadi seekor ayam dan apapun hasilnya bersyukurlah kepada Allah karena itu adalah keputusan terbaik buat setiap hamba-Nya.

Bisnis sprei merupakan salah satu pilihan dari jutaan jenis bisnis yang cocok bagi seseorang namun belum tentu sesuai bagi orang lain. Jika sekiranya mencoba bisnis sprei dan hasilnya sudah lumayan maka dapat diteruskan dan fokuskan dulu kepada bisnis sprei ini agar benar-benar hasilnya dapat memuaskan baru kemudian beralih ke bisnis lain. Salah satu kelemahan orang adalah suka melihat orang lain yang telah berhasil dalam suatu bisnis maka kita suka meniru mengikuti seperti mereka sehingga sering berganti bisnis dan semua hasilnya kebanyakan tidak ada alias gagal. Untuk menjadi reseller sprei sebenarnya termasuk usaha tanpa modal yang besar hanya perlu punya kemauan yang besar untuk menjual dan menjual yang tidak ada resiko karena biasanya pembelian dilakukan setelah ada yang pesanan sehingga kemungkinan tidak laku itu tidak terjadi.

Jadi tidak ada salahnya bagi anda yang terbatas modalnya untuk memulai usaha sprei sebagai usaha sampingan tanpa modal dengan menjadi seorang reseller atau dropshipper dan siapa tahu anda bisa hoki di bidang ini.

This entry was posted in Bisnis Sprei and tagged . Bookmark the permalink.