Tips Mengatasi Keterlambatan Pengiriman

Apabila anda menggeluti usaha online maka anda tidak akan terlepas bekerjasama dengan jasa ekpedisi untuk pengiriman barang. Dalam prakteknya ekpedisi ini tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan yang anda harapkan terutama untuk pengiriman yang sulit dijangkau, yang menyebabkan adanya keluhan  konsumen tentang keterlambatan pengiriman paket. Nah, di benak konsumen sering mengasumsikan bahwa pengiriman merupakan satu paket dengan pembelian barang akibatnya jika sering terjadi keterlambatan pengiriman barang maka secara tidak langsung mempengaruhi kredibilitas pengirim barang atau toko online yang bersangkutan. Padahal pengiriman barang merupakan jasa pihak ketiga yang diluar kontrol pihak pengirim barang. Pada saat terjadi keterlambatan pengiriman barang maka pihak penerima barang yang pertama kali dihubungi adalah pihak pengirim barang bukan ekpedisinya padahal sudah dikasih tahu juga nomor resinya. Keterlambatan ini seringnya terjadi akibat kelalaian atau kesengajaan pihak ekpedisi dalam menjalankan usahanya. Contohnya pengiriman barang menuju ke daerah di luar kota biasanya ekpedisi menunggu kiriman orang lain sampai terkumpul sejumlah tertentu, baru kemudian mereka berangkat ke tempat tujuan masing-masing. Ada yang lebih parah lagi ekpedisinya minta agar penerima barang mengambil barangnya sendiri ke kantor cabang terdekat dengan alasan jauh. Ini biasanya terjadi pada ekpedisi kecil-kecilan dengan ongkos kirim murah. Pihak ekpedisi akan terlindungi karena tidak berhubungan langsung dengan konsumen. Jadi memang harus ada pengertian bahwa jika konsumen menginginkan  ongkos kirim murah maka ada resiko keterlambatan semacam ini. Kejadian semacam ini mungkin juga bisa dialami oleh ekspedisi besar namun lebih jarang terjadi.

Dengan artikel ini harapan kami adalah adanya penilaian yang berimbang antara pihak pengirim  dan pihak ekpedisi jika terjadi keterlambatan pengiriman barang. Untuk mengurangi resiko keterlambatan barang maka ada beberapa tips mengatasi keterlambatan pengiriman barang yang perlu dilakukan oleh pihak penerima barang, diantaranya :

  1. Pastikan bahwa nama penerima adalah nama benar karena bisa jadi nama yang tercantum di kiriman tidak dikenal pada saat sampai alamat yang dituju.
  2. Gunakan alamat selengkap mungkin : Nama Jalan, Nomor Rumah, RT/RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kota, Provinsi dan Kode Pos-nya.
  3. Kalau memungkinkan masukan nama tambahan, misalnya : Depan Masjid X, Sebelah Sekolah Y, Masuk dari Jalan Z dan sebagainya.
  4. Bila anda menggunakan alamat Kantor/Instansi dimana anda bekerja maka pastikan menyebutkan Bagian X, Devisi Y dan Jabatan Z.
  5. Ini yang sering bermasalah, pastikan HP atau No. Telp benar dan bisa dihubungi.
  6. Jika kebetulan kiriman paket sampai di tempat tujuan kemudian pihak penerima kebetulan tidak ada di rumah. Terkadang paket dititipkan ke tetangga terdekat atau bisa juga paket kembali ke kantor cabang terdekat.
  7. Sebagai calon penerima paket bisa meminta bukti kiriman berupa no. resi atau bukti kiriman lain kepada pihak pengirim paket.
  8. Anda perlu menanyakan ke pihak pengirim, ekpedisi apa yang digunakan.
  9. Anda bisa tracking kiriman melalui website masing-masing ekpedisi.
  10. Jika ternyata menggunakan ekpedisi murah sering terlambat ke daerah anda sebaiknya anda meminta ke pihak pengirim untuk menggunakan ekpedisi yang jangkauannya lebih luas misalnya Tiki/JNE dengan konsekuensi ongkos kirim lebih mahal yang perlu anda bayarkan.

Demikianlah tips mengatasi keterlambatan pengiriman paket ke tempat tujuan agar anda mengetahui bahwa pengiriman barang sering menjadi masalah terutama untuk daerah yang jauh dari kota. Semoga informasi ini dapat membantu anda dalam menentukan ekspedisi yang akan digunakan.

 

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.