Tiga Prinsip Memulai Usaha

Hidup itu memang penuh dengan ujian. Selesai masalah yang satu timbul masalah yang kedua dan belum selesai masalah yang kedua timbul masalah yang ketiga dan seterusnya sampai akhir hayat kita.

Punya usaha pusing dan tidak punya usaha juga pusing itulah namanya manusia maka solusinya adalah berusaha, pasrah dan berdoa agar anda diberikan ketabahan dalam menghadapi segala ujian selama hidup di dunia ini.

Pada dasarnya kita itu hidup dihadapkan kepada pilihan dan anda harus memutuskan setiap hari dan setiap saat. Problemnya adalah dampak yang anda putuskan itu nanti menguntungkan atau merugikan, anda tidak mengetahui dengan pasti.

Misalnya anda hari ini memutuskan untuk membuka usaha sprei, apakah di kemudian hari anda akan untung atau rugi dengan usaha ini tentu anda tidak akan mengetahui. Anda akan mengetahui setelah anda menjalankan usaha tersebut.

Jika seandainya usaha yang anda pilih dan jalankan itu mengalami kerugian pada dasarnya masih bisa diperbaiki agar bisa untung tetapi sebagian besar orang yang berbisnis tidak bisa menemukan bagaimana agar usaha yang tadinya merugi bisa berubah menjadi untung.

Makanya banyak orang yang merintis usaha gagal di tengah jalan karena mereka menemukan jalan buntu ketika sedang menjalankan usahanya dan tidak tahu jalan keluarnya harus bagaimana.

Untuk bisa mencari jalan keluar tentu harus mempunyai pengalaman dan jam terbang dalam berbisnis. Itu melibatkan instink dan ilmu bisnis yang hanya didapatkan berdasarkan pengalaman.

Itulah sebabnya jika anda ingin menjadi pengusaha yang berhasil tidak boleh takut gagal. Gagal sekali mencoba lagi, gagal dua kali terus mencoba untuk mendapatkan pengalaman berharga sampai anda mendapatkan usaha yang benar-benar sesuai dengan karakter dan kondisi anda.

Misalnya untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas anda harus berpengalaman, untuk mendapatkan konsumen yang loyal anda harus berpengalaman, untuk mendapatkan supplier yang bagus anda juga perlu pengalaman. Makanya bisnis itu perlu proses yang panjang agar anda bisa berhasil. Anda harus bisa menikmati proses panjang yang penuh dengan ujian agar anda nanti bisa matang dalam berbisnis.

Jika anda ingin mendapatkan usaha dalam waktu yang instan misalnya anda ingin berinvestasi yang menghasilkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat maka jangan disalahkan nanti ujungnya anda hanya akan gigit jari karena pada dasarnya tidak ada bisnis yang dalam waktu singkat anda menjadi kaya-raya.

Jadi kesadaran pertama yang harus anda tanamkan dalam hati adalah bahwa sekali anda terjun ke dunia bisnis maka bukan berarti anda harus mengalami evoria seolah-olah anda sudah berhasil karena sudah bisa membuka usaha. PadahalĀ  beberapa saat kemudian anda akan mengalami kendala yaitu usaha mengalami stagnasi dan penurunan.

Hal ini juga akan terjadi pada usaha yang secara teori anda pasti berhasil tetapi jika anda jalankan rupanya tidak sesuai dengan harapan. Misalnya anda bekerja di suatu perusahaan kecil yang memproduksi barang A kemudian anda mencoba untuk membuka usaha membuat barang A juga dengan catatan anda sudah mengetahui kemana barang itu dijual kemudian bagaimana cara memproduksi barang A tersebut. Tetapi banyak kasus sekalipun sudah menguasai pasar dan produksi tetapi jika mencoba dijalankan sendiri kenapa masih banyak yang gagal juga.

Itulah namanya bisnis di atas kertas kayaknya tidak ada masalah tetapi jika dijalankan ada saja kendala yang akan muncul. Seperti contoh tadi, rupanya konsumen yang seharusnya membeli barang yang diproduksiĀ  rupanya tidak jadi beli, untuk memproduksi barang A tadi rupanya perlu banyak modal dan tidak dipikirkan sebelumnya akhirnya produksinya tersendat. Orang yang direncanakan membuat barang A rupanya mereka tidak jadi bergabung dan masih banyak kendala lain yang mengakibatkan kerugian tidak seperti apa yang direncanakan semula.

Bayangkan suatu bisnis yang pemiliknya sudah mengetahui pasarnya, sudah mempunyai calon konsumen, mengetahui proses pembuatan barang dan sebagainya masih bisa gagal apalagi bagi anda yang masih awam tentang bisnis tentu akan banyak kegagalan yang harus dialami.

Oleh karena itu sebaiknya anda harus mempertimbangkan beberapa skenario jika ternyata plan A gagal maka anda coba plan B dan sejauh mana dampak kegagalan terhadap kehidupan anda selanjutnya.

Kegagalan bisnis pada dasarnya adalah kerugian uang. Makanya anda sebaiknya bersifat konservatif dalam memulai bisnis yaitu yang resikonya tidak terlalu besar dan dapat segera dimulai.

Saya tekankan di sini jika usaha anda ingin berkah dan terus berkembang jangan mencoba memulai usaha dengan pinjam uang di bank karena riba. Pelaku riba tidak akan pernah mengalami keuntungan tetapi nanti di ujungnya akan dihancurkan sehancur-hancurnya. Betapa banyak kita saksikan bisnis yang sudah besar dengan ribuan karyawan tetapi untuk mengembangan usaha tersebut banyak pinjam uang di bank akhirnya setelah maju sekian tahun ujungnya harus gulung tikar.

Dan tidak sedikit kita saksikan pula suatu usaha yang dimulai dari modal sejuta dua juta dari uang tabungan akhirnya bisa membesar dan semakin kokoh karena tidak mengandalkan uang pinjaman dari bank. Jadi jangan terpengaruh dengan pepatah yang beredar di masyarakat bahwa tidak mungkin bisa bisnis jika tidak pinjam uang ke bank atau jika bisa lama suksesnya.

Makanya sesuaikan jenis usaha anda yang kira-kira tidak perlu pinjam ke bank atau jika perlu tambahan modal bisa pinjam ke kawan, saudara atau partner anda.

Jadi perhatikan tiga prinsip memulai usaha tanpa perlu banyak alasan karena tidak punya modal, berikut ini :

1. Manfaatkan Apa yang Anda Punya

Anda punya banyak teman di facebook atau banyak follower di instagram. Anda punya banyak teman dari sekolah, kantor, tetangga atau komunitas. Kenapa yang anda punya ini tidak anda manfaatkan untuk memulai usaha.

Itu artinya anda sudah punya pasar meskipun masih terbatas untuk menjual produk anda. Tidak perlu malu dalam berjualan meskipun anda selama ini belm pernah yang namanya jualan. Malu itu hanya terjadi pada saat awal tetapi jika sudah dijalankan maka rasa malu tadi akan hilang dengan sendirinya dan akan diganti dengan rasa penasaran untuk selalu menjual barang jika ternyata barang anda laku di pasaran.

2. Lakukan Apa yang Anda Bisa

Setelah anda meneliti apa yang anda punya tinggal bergerak sedikit lagi lakukan dengan apa yang telah anda punya tadi. Tadi anda punya banyak teman yang selama ini hanya untuk chatting ke sana kemari coba sekarang chatting diganti dengan ngomongin produk yang anda jual. Anda tentu bisa mencari produk yang akan anda jual tinggal cari di marketplace, cari supplier yang termurah dengan pelayanan terbaik. Lalu anda jual ke teman-teman anda dengan harga yang lebih tinggi.

Kalau gini terus bukan bisnis donk ?

Ini namanya jualan ? Memang bisnis itu sebenarnya jualan juga kok hanya skalanya lebih besar. Jadi agar anda nanti mempunyai bisnis maka perbanyak variasi dagangan anda agar omset terus meningkat untuk dijadikan ladang usaha anda.

3. Mulai Sekarang Juga

Bila anda sudah bisa mengidentifikasikan dua hal di atas maka segera mulai sekarang juga. Jangan membiasakan menunda-nunda apa yang telah anda punya terkait dengan bisnis karena sekali anda menunda berarti kesempatan akan hilang dan akhirnya hanya akan diisi oleh anngan-anagan dan ketakutan belaka.

Itulah panduan merintis usaha bagi pemula agar dapat segera terlaksana, jangan modal sebagai penghalang untuk memulai usaha meskipun itu nyata adanya.

Selamat Mencoba Semoga Segera Punya Usaha !

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.