Teknik Menjual Sprei

Aduh menjual barang  itu ada seninya. Ada orang yang mahir menjual barang sehingga apapun barang yang dia jual selalu laku dan ada juga tipe orang yang sulit menjual artinya sekalipun barangnya bagus namun karena tidak pandai menjual maka barangnya tidak laku. Coba perhatikan ilustrasi berikut ini sebagai gambaran orang yang optimis dalam menjual sama orang yang pesimis dalam hal menjual. Pada suatu ketika perusahaan sepatu menugaskan salesmannya untuk melakukan survey di daerah Afrika Selatan  untuk memperluas jaringan pemasaran dengan mencoba menjajaki pasar baru di salah satu daerah di negara tersebut. Untuk kepentingan ini perusahaan menugaskan dua salesman untuk mengetahui potensi penjualan sepatu di daerah tersebut dengan melihat persepsi dari masing-masing salesman yang akan dikirim. Berangkatlah kedua salesman tersebut ke Negara Afrika Selatan dan setelah keduanya sampai di sana maka tidak disangka-sangka ternyata di daerah yang dia datangi tidak ada satu orangpun yang memakai sepatu seperti jaman kita dahulu. Atas dasar ini maka salesman 1 yang selalu pesimis langsung mengambil kesimpulan bahwa tidak mungkin menjual sepatu di daerah ini karena tidak ada pasar lha tidak ada satu orangpun yang menggunakan sepatu.  Kondisi ini nantinya akan dilaporkan kepada atasannya bahwa tidak mungkin memperluas pemasaran ke daerah tersebut karena tidak akan ada pembeli sepatu. Sebaliknya salesman 2 yang selalu optimis justru berpadangan lain karena belum ada perusahaan sepatu lainnya yang masuk di daerah tersebut dan tidak ada satu orangpun yang memakai sepatu maka akan terbuka potensi pasar sepatu yang cukup besar sehingga dia akan melaporkan kepada atasannya bahwa perusahaan dapat segera membuka jaringan pemasaran ke daerah tersebut karena potensi pasarnya besar dan belum banyak persaingan.  Apa yang dapat kita ambil perlajaran dari cerita ini ? Bahwa untuk bisa berhasil dalam hal penjualan maka syarat mutlak yang harus kita punyai adalah bahwa kita harus optimis akan dapat meraih kesuksesan  terhadap barang yang mau kita jual dan juga pasar yang akan kita terjuni. Adapun nanti jika ada kendala di lapangan percayalah pasti akan ada solusinya. Jika kita pesimis melihat rintangan di awal niscaya kita tidak akan memulai menjual barang. Sifat optimis dalam hal apapun merupakan modal terbesar dalam menempuh perjalanan kehidupan di dunia ini agar kita tidak tergilas oleh orang lain. Demikian pula dalam hal menjual sprei dan bed cover kita harus optimis bahwa kita sanggup untuk menjual dan menjual dengan berbagai cara dan teknik menjual sprei yang dapat kita pelajari via media online maupun pengalaman kita selama ini.

Beberapa teknik yang mungkin dapat membantu dalam meningkatkan penjualan sprei diantaranya :

1. Buat daftar calon prospek yang akan kita coba dekati untuk menjual sprei (saudara terdekat, bekas teman sekolah, rekan kerja, tetangga, teman organisasi, teman pengajian dan seterusnya). Kenapa mesti dibuatkan daftar seperti ini ? ya gunanya ada dua : yang pertama adalah agar kita tidak lupa karena sifat dasar manusia pada dasarnya pelupa dan yang kedua agar semua kemungkinan prospek dapat terdata dengan baik sehingga tidak ada yang terlewatkan.

2. Setelah semua didaftar buatkan urutan prioritas mulai dari nomor satu dan seterusnya, dasar penempatan prioritas adalah kemungkinan kita dapat melakukan follow up dalam waktu segera.

3. Disamping melihat prospek dari sisi orangnya kita juga dapat melihat calon prospek pembeli sprei dari sisi kegiatannya, misalnya (kado ulang tahun, arisan, pengajian, hadiah dan sebagainya)

4. Mulailah ditindak lanjuti dengan menggunakan urutan prioritas tadi. Kita menggunakan alat untuk ini, misalnya bawa brosur, bawa foto sprei, cerita tentang sprei dan sedikit menguasai tentang kualitas bahan dan ukuran sprei karena tidak jarang para calon konsumen akan beli hanya karena mereka terkesan kepada penjelasan kita.

5. Item 1-4 tadi membicarakan jika kita ingin menjual secara offline dan jika kita ingin menjual secara online maka kita dapat memasang gambar sprei via blog, facebook, iklan online, forum jual beli dan sebagainya agar bisa mendapatkan pengunjung yang nantinya dapat kita follow up sebagai pembeli dan konsumen yang loyal kepada kita.

Itulah sepintas gambaran untuk mempermudah dalam penjualan sprei baik offline maupun online sehingga mendorong anda untuk segera melakukan action.

 

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.