Take Action

Sering sekali kita dengar kata-kata Take Action terutama kalau kita ingin memulai usaha.

Sebenarnya kata take action gampang dibicarakan namun tidak mudah untuk dipraktekan. Jika kita tidak memahami secara benar kata take action terutama dalam Memulai Usaha maka take action tanpa perhitungan dan pengalaman akan bisa menjerumuskan kita. Orang biasanya memberi contoh take action untuk memulai usaha dengan ilustrasi cerita begini.

Ada seseorang bercita-cita ingin menjadi seorang perenang yang hebat maka dia belajar melalui berbagai macam buku dan majalah bahkan mendatangkan seorang pelatih renang yang handal namun dia tidak pernah mencoba praktek  di kolam renang semuanya hanya melalui teori maka dapat dipastikan orang tersebut tidak akan pernah bisa berenang meskipun menguasai teori renang yang hebat dan sebaliknya ada orang lain meskipun tidak pernah membaca buku, majalah, mendatangkan pelatih renang namun ada kolam renang langsung saja dia mencebur ke kolam renang tersebut maka secara naluriah semua anggota tubuh dia akan berusaha untuk menyelamatkan diri jika akan tenggelam sehingga secara naluri dia bisa berenang. Namun dalam cerita ini selalu diambil alur cerita bahwa orang yang langsung mencebur ke kolam renang pasti akan selamat padahal dalam kenyataannya orang yang langsung mencebur ke kolam renang tersebut bisa juga tidak selamat kecuali ada yang menolongnya.

Dalam cerita di atas dapat dipetik pelajaran perbedaan antara orang yang banyak teori tanpa take action dengan orang yang kurang teori tapi langsung take action dalam hal berbisnis. Orang yang jago teori tanpa take action maka hasilnya akan nol dan orang yang langsung take action tanpa teori memadai maka ada kemungkinan berhasil dan ada kemungkinan gagal, jika gagal maka harus ada yang segera menolong agar tidak mati. Idealnya tentu orang yang banyak teori dan segera take action yang kemungkinan besar akan memenangkan dalam pertarungan bisnis.

Lalu bagaimana caranya agar dapat segera take action, sebenarnya simpel saja tidak perlu berbelit-belit kurang lebih tips memulai usaha berikut ini akan bisa sedikit membantu :

  1. Tetapkan tujuan yang akan dicapai sesuai dengan kemampuan dan kemungkinan berhasilnya besar.
  2. Buat serangkaian tindakan yang dapat langsung mendukung ke arah tercapainya tujuan tersebut.
  3. Take action, merangkai satu per satu tindakan tersebut baik secara seri maupun paralel.

Contoh kongkritnya sebagai berikut.

Misal kita bertujuan ingin pergi ke Bandung dan saat ini kita tinggal di Bekasi maka agar tujuan tersebut tercapai mesti banyak melakukan serangkain tindakan yang mesti dilakukan. Tindakan tersebut misalnya : Pergi mandi, sarapan, pakai baju, bawa barang bawaan, ambil kunci mobil, memanaskan mobil, jalan beli bensin, dan seterusnya jika tidak terjadi apa-apa selama perjalanan maka Insya Allah kita akan sampai ke Bandung. Jadi untuk sampai ke Bandung ada banyak kegiatan yang saling berhubungan. Jika kita melakukan banyak kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan tujuan ke Bandung maka kegiatan tersebut akan memperlambat sampai ke Bandung atau bahkan bisa membatalkan ke Bandung. Misalnya sebelum berangkat kita malah memperbaiki komputer, mengecat rumah, memperbaiki WC yang mampet dan sebagainya. Tindakan-tindakan ini akan memperlambat tercapainya tujuan bahkan bisa membatalkan ke Bandung. Dalam kasus ini dengan mudah kita dapat mengetahui kegiatan mana yang memperlambat maupun yang membatalkan untuk sampai ke tujuan dan kegiatan mana yang perlu dilakukan secara seri dan paralel misalnya kegiatan yang perlu dilakukan seri adalah pergi mandi harus dilakukan sebelum memakai baju dan kegiatan paralel misalnya bawa barang bawaan bisa dilakukan bersamaan dengan ambil kunci mobil. Mudah sekali mendefinisikan kegiatan tersebut karena memang secara umum semua kegiatan tersebut kita sudah mengetahuinya dengan pasti. Masalahnya sekarang adalah kalau kita ingin memulai suatu bisnis biasanya bingung mendefinisikan kegiatan-kegiatan apa saja yang perlu dilakukan karena semua kegiatan tersebut mengandung unsur tidak pasti. Misalnya kita menyewa tempat, mencari orang, mencari modal, mencari networking, mencari supplier, mencari bahan baku dan seterusnya yang semua kegiatan tersebut mengandung unsur ketidak pastian sehingga banyak orang yang sudah mampu mendefinisikan kegiatan namun tidak mampu merangkaikan dan mengeksekusi kegiatan tersebut karena takut gagal. Keahlian kita dalam mendefinisikan kegiatan/tindakan serta merangkai dan mengeksekusi itulah yang akan dapat segera take action.

Banyak yang tidak segera take action karena memang tidak mempunyai tujuan yang jelas dan belum bisa mendefinisikan kegiatan serta takut jika gagal. Padahal yang perlu ditakuti justru tidak bisa take action karena kalau tidak bisa take action sudah pasti gagal tapi kalau sudah take action ada kemungkinan gagal dan berhasil.

Cerita di atas untuk mempermudah kita agar segera menetapkan tujuan, mendefinisikan suatu tindakan dan merangkainya menjadi suatu tindakan nyata. Selamat mencoba semoga berhasil.

 

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.