Sprei Rumah Sakit

Setelah Lebaran kemarin kebetulan anak saya dirawat di rumah sakit sekitar seminggu dan tidak sengaja  ada komplain dari anak saya. “Pak Spreinya tidak enak” katanya kasar dan gatal-gatal maka saat mendengar keluhan anak saya tersebut lalu saya mencoba untuk mendekati dan memegang sprei yang digunakan oleh anak saya tersebut. Ternyata benar sprei yang digunakan kualitasnya tidak bagus karena permukaannya pada kasar (mbrudul kalau bahasa jawa) padahal kami mengambil kamar kelas I yang lumayan mahal bagi ukuran saya.  Kalau panasnya tidak begitu terasa mungkin karena ruangannya ber-AC. Setelah kejadian ini saya mencoba merenung kenapa ya pihak rumah sakit kurang memperhatikan tentang kualitas sprei ini padahal mereka bisa menyisihkan budget yang tidak seberapa dibandingkan keuntungan yang telah mereka dapatkan selama ini. Sprei yang kasar dan panas tentunya akan memberikan efek yang kurang baik bagi pasien yang sedang dirawat karena bisa jadi mereka agak kesulitan tidur akibat kurang nyaman dengan sprei yang digunakan. Memang benar pihak rumah sakit setiap pagi mengganti sprei dengan yang baru namun jika kualitas spreinya kurang bagus tetap saja kurang baik bagi pasien,  padahal tujuan utama di rawat bukannya agar lekas sembuh ?

Disinilah dengan “alasan kenyamanan agar lekas sembuh” sebenarnya kita bisa mencoba untuk menawarkan sprei ke rumah sakit karena kami yakin bahwa kebutuhan sprei di rumah sakit sangat besar apalagi jika rumah sakitnya mempunyai kamar yang cukup banyak. Setelah kami mencoba menelusuri di lorong-lorong rumah sakit ternyata ada juga kain sprei yang dibuat untuk aneka taplak meja dengan rumbai-rumbai yang menarik dengan pilihan motif yang menarik pula. Bahkan saat ini sprei juga mulai dilirik untuk dibuat gorden karena relatif lebih murah dan bahannya tidak terlalu kaku. Tinggal kita memilih desain gorden dan motif kain sprei yang menarik untuk menjadikan prospek bisnis ke depannya sebagai varian untuk pembuatan sprei. Kedepan kita dituntut untuk bisa menciptakan kreasi-kreasi baru dengan bahan kain sprei misalnya, untuk menutup galon aqua, membuat aneka baju boneka, penutup kipas angin, penutup tempat tissue dan masih banyak lagi tergantung kreativitas anda.

Berbagai macam kerajinan dengan menggunakankan  kain bekas potongan sprei juga bisa membuka peluang usaha yang pada gilirannya semua dapat kita manfaat untuk kreasi suatu produk. Semakin tinggi dan unik nilai kreasi anda maka akan semakin laku produk tersebut dijual di pasaran. Seperti kita ketahui mulai saat ini dan di masa depan semua produk import akan membanjiri negara kita bahkan sembilan bahan pokok saja semuanya sudah ada indikasi ketergantungan sama import. Apa ini artinya ? bahwa kita akan mengalami kesulitan jika kita menjual atau membuat produk yang di luar negeri terutama china mempunyai produk serupa dengan harga mungkin hanya 1/3-nya. Oleh karena itu kita sendiri yang mengetahui kira-kira nilai tambah apa yang membedakan dengan produk mereka.

Industri tekstil termasuk sprei didalamnya juga rawan terhadap masuknya barang-barang import. Oleh karena itu kita harus mempunyai nilai lebih dari mereka misalnya dalam hal motif dan kualitas printing. Jika tidak mempunyai kelebihan atas sprei mereka  tidak menutup kemungkinan di masa mendatang industri sprei juga akan tergilas oleh mereka. Mereka sudah menguasai hampir semua sektor industri besar mulai dari telekomunikasi, konstruksi, tekstil sampai bahan makanan.

Jadi pemilihan produk dan inovasi merupakan kunci sukses bisnis di masa depan. Mari kita mulai dari sekarang mengevaluasi diri tentang serbuan barang dari luar bahkan nantinya sampai tenaga kerja sektor rendahan yang selama ini hanya diisi oleh orang kita maka dimasa depan akan diisi pula oleh orang asing. Selama ini orang asing biasanya hanya bekerja untuk tenaga ahli. Kita persiapkan anak-cucu kita untuk menghadapi ini semua dengan belajar dan bekerja lebih keras lagi. Amin.

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.