Sprei dan Bed Cover King Koil

Ingat benar pada waktu baru lulus  SMP, saya berasal dari kota kecil di Jawa Tengah yang hidup dari keluarga sederhana dengan tidur menggunakan kasur kapuk dengan ruangan tanpa AC dan Kipas Angin. Pada waktu itu kebetulan diajak orang tua untuk mengikuti test masuk SPMA di Yogyakarta dan Alhamdulillah diterima tetapi karena saya lebih tertarik masuk SMA maka sekolah SPMA tidak jadi saya ambil.

Pada waktu itu diajak menginap di rumah saudara yang kaya raya karena rumahnya besar dan sangat mewah di Yogya yang belum pernah saya menginap di rumah semewah itu. Pada waktu itu agak terheran heran kenapa kursi tamu dan kasurnya sangat empuk, tebal dan kelihatan sangat mewah begitu tidak seperti di rumah.

Rupanya setelah lulus kuliah baru tahu bahwa kasur yang tebal itu terbuat dari serangkaian pegas yang kita kenal dengan kasur pegas atau bahasa kerennya spring bed. Tentu saja kasur pegas ini cocok untuk golongan masyarakat menengah ke atas sedangkan golongan masyarakat bawah cukup menggunakan kasur busa. Sedangkan kasur yang diisi dengan kapuk sudah jarang kita jumpai kecuali di desa-desa mungkin masih banyak yang menggunakan karena kapuk bisa didapatkan di daerah tersebut.

King koil awalnya merupakan salah satu nama untuk spring bed yang sudah terkenal karena kualitasnya. Barangkali terpengaruh oleh nama ini yang sudah terkenal maka produksi sprei dengan kualitas premiun juga menggunakan nama king koil akhirnya sampai sekarang banyak masyarakat mengenal dengan istilah Sprei King Koil.

Nah kita akan membahas masalah sprei king koil atau sprei jacquard tentunya tidak cocok digunakan untuk kasur busa maupun kasur kapuk karena harganya tidak sebanding. Sprei jenis ini hanya cocok digunakan untuk kasur pegas yang ketebalannya mulai dari 30 cm ke atas tergantung modelnya.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa model dan bahan kasur dan sprei terus diciptakan manusia untuk mengikuti selera konsumen. Pada prinsipnya bertujuan untuk semakin memanjakan bagi para konsumen. Jaman dulu sprei hanya sebatas kain biasa yang jika dicuci cepat luntur tidak seperti sekarang tiap bulan keluar motif baru dengan kualitas yang semakin disempurnakan.

Ini semua ditujukan untuk tuntutan konsumen yang menginginkan kualitas tepat tidurnya agar kelihatan mewah dan nyaman untuk digunakan karena didukung dengan ruangan yang ber-ac.

Demikian halnya dengan pergerseran masyarakat modern, mereka sebelumnya banyak menggunakan sprei murah tanpa memperhatikan kualitas, Dulunya mereka kurang peduli kalau sprei ketika dicuci luntur yang penting bisa membeli sprei dan sprei bisa dipakai. Kemudian masyarakat mulai berkembang menuntut kualitas sprei dan bed cover yang lebih baik karena mereka mempunyai uang untuk membeli sprei dengan harga yang lebih mahal dan tuntutan mereka tentu lebih tinggi yaitu mereka akan menolak jika sprei yang dibeli luntur.

Setelah sprei harus tidak luntur kemudian tuntutan berkembang lagi menjadi kehalusan dan mudah menyerap panas. Sprei yang tidak luntur tetapi kasar tidak laku di pasaran. Nah, sampai saat ini yang bisa memenuhi kreteria paling tinggi tentu bahan king koil atau jacquard karena bahannya memang benar-benar halus dan lembut jika diraba bagaikan sutra. Jadi ketika digunakan untuk tidur kelembutan akan terasa sehingga pas bagi anda yang kaya dengan kamar tidur yang mewah.

Ada cerita beberapa ibu pejabat mau memberikan hadiah buat koleganya. Biasanya mereka cukup memesan sprei katun jepang tetapi saat ini setelah disodori bahan king koil tentu mereka lebih memilih ini meskipun harganya jauh lebih mahal tetapi tentu sebanding dengan kualitas dan kemewahan yang akan didapatkannya.

Bagaimana tentang bed cover king koil ?

Bed cover ini juga terbuat dengan bahan yang sama seperti spreinya tetapi ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan bed cover biasa. Hal ini bertujuan agar bed cover king koil dapat menutupi seluruh badan kalau sedang tidur tanpa sisa karena kalau  bed cover kekecilan yang sering terjadi adalah ketika tidur badan tidak terselimuti dengan baik akibat terlalu kecil, akhirnya sering bangun karena ruangannya dingin dengan badan tidak terselimuti oleh bed cover. Jadi dapat dipastikan konsumen yang membeli sprei dan bed cover king koil  mereka mempunyai ruangan ber-ac.

Lalu bagaimana pasar di masa yang akan datang ?

Tentu saja pasar jenis sprei ini saat ini masih relatif kecil karena memang penduduk kita sebagian besar masih golongan ekonomi bawah yang hanya mampu untuk membeli sprei dengan bahan murah. Tetapi lima tahun yang akan datang mungkin situasi sudah bisa berubah masyarakat banyak yang menjadi orang kaya baru sehingga mau-tidak mau tuntutan sprei dari mereka juga semakin tinggi.

Dengan kondisi seperti ini maka penjualan sprei king koil tentu akan terus meningkat seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Cara menjahit sprei king koil apa sama dengan sprei biasa ?

Tentu saja sama saja tetapi yang membedakan adalah menjahit sprei king koil tentu harus lebih hati-hati dan kualitas jahitan dijaga agar tetap rapih. Oleh karena itu tidak semua penjahit sprei bisa menjahit sprei king koil karena dituntut kerapian dan ketepatan potongan bahan. Jika terjadi kesalahan potong maka bisa dibayangkan berapa kerugian produsen sprei karena harganya sangat mahal.

 

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.