Seluk-Beluk Membangun Toko Online

Apabila Anda ingin membangun toko online sebaiknya memahami terlebih dahulu konsep toko online yang sedang berkembang di tanah air. Secara garis besar konsep toko online dapat kita pisahkan menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Toko Online yang sepenuhnya dikendalikan oleh kita sendiri (Toko Online Sendiri).
  2. Toko Online yang dikendalikan oleh pihak lain (Marketplace).

Marilah kita bahas perbedaan keduanya dan apa untung-ruginya kedua konsep tersebut bagi kita yang sedang bergelut atau mau menggeluti di bidang toko online.

Pada konsep toko online yang sepenuhnya dikendalikan oleh kita sendiri maka pemilik toko online dapat mengontrol sepenuhnya terhadap semua operasional toko online, mulai dari konsep pembuatan toko online, tema yang akan digunakan, bahasa yang akan dipakai, konten apa saja yang akan dihadirkan, keamanan toko online sampai semua tahap pelaksanaan : mengisi produk, cara pembayaran, pengaturan stock barang, pengiriman barang dan pelayanan konsumen.

Keuntungan Konsep Toko Online Sendiri adalah :

  1. Kita sebagai pemilik sekaligus pengelola dapat mengendalikan 100% terhadap jalannya operasional toko online dan jika terjadi sesuatu pada toko online kita maka kita dengan mudah untuk mengatasi  karena tidak tergantung pada pihak lain.
  2. Kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang seberapa banyak dan kualitas pengunjung ke toko online kita sehingga dapat mengevaluasi untuk dapat mengambil langkah-langkah yang tepat agar dapat meningkatkan traffic/pengunjung.
  3. Kita bisa dengan mudah memutuskan bagaimana kita menjual, desain toko seperti apa yang kita inginkan serta produk apa yang akan dijual.
  4. Kita bisa membuat brand sendiri terhadap toko online kita sehingga sangat cocok bila kita ingin membesarkan usaha toko online untuk masa depan karena kita mempunyai nama domain dan hosting sendiri untuk toko online dan mempunyai pengunjung yang spesifik ke toko online kita.
  5. Keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan toko online jenis ini sepenuhnya tergantung dari kita sendiri, bila kita mati-matian berusaha maka akan berdampak pada peningkatan omset penjualan toko online kita dan sebaliknya usaha yang asal-asalan akan mematikan toko online kita. Ilustrasi ini bisa kita ibaratkan seperti Karyawan (Marketplace)  dan Pengusaha (Toko Online Sendiri). Jika kita sebagai Karyawan dengan usaha yang keras terkadang gaji yang didapat ya segitu-gitu aja bahkan celakanya ada rekan sejawat yang kerjanya lebih santai malah gajinya lebih besar. Pada prinsipnya penghasilan seorang Karyawan sangat tergantung dari perusahaann tempat ia bekerja jika perusahan besar dan maju terkadang kerjanya santai saja pendapatan cukup besar dan sebaliknya. Nah, lain dengan Pengusaha,  hasil yang diperoleh akan sebanding dengan tingkat usahanya. Bila Pengusaha semakin gigih dalam menjalankan usahanya maka pendapatannya jauh melebihi Karyawan namun sebaliknya jika kurang gigih maka akan kesulitan mendapatkan keuntungan bahkan lebih terpuruk daripada menjadi Karyawan. Jadi kesuksesan sangat tergantung dari diri Pengusaha itu sendiri yang tidak dikendalikan oleh orang lain seperti Karyawan. Karyawan bisa sukses akibat perusahaannya sukses.

Kerugian Konsep Toko Online Sendiri adalah :

  1. Set up awalnya yang cukup rumit dan memakan waktu lama, apalagi jika anda tidak menguasai ilmu IT dan  ilmu marketing online. Investasi waktu yang cukup lama ini terkadang mematahkan semangat bagi para pemula untuk terjun dan meneruskan usaha online. Ibaratnya seperti kita lagi menanam buah, untuk sampai tahap memetik hasil panen maka diperlukan waktu dan perjuangan yang luar biasa. Menjaga toko online kita agar bisa berkembang juga merupakan pekerjaan yang boleh kita katakan sulit.
  2. Mendapatkan pengunjung yang tertaget ke toko online kita juga merupakan PR yang sangat berat. Hal ini terjadi karena dua hal, yang pertama karena memang kita belum tahu ilmunya dan yang kedua persaingan sangat ketat. Jalur cepat bisa menggunakan iklan berbayar namun terkadang dengan iklan berbayar hasilnya bisa minus dibandingkan terhadap pendapatan.
  3. Untuk tahap awal kepercayaan pengunjung terhadap toko online kita  sangat sulit didapakant karena pengunjung belum yakin apakah benar toko online kita tidak menipu. Dengan berjalannya waktu maka pengunjung lambat-laun akan menjadi konsumen kita yang perlu kita pertahankan. Akibat sulitnya mendapatkan kepercayaan dari pengunjung ini  makanya target pemula biasanya ukurannya asal sudah bisa pecah telor sudah merupakan prestasi.

Contoh penggunaan konsep toko online sendiri adalah Blog Toko Online, Website Toko Online.

Pada konsep toko online yang dikendalikan oleh pihak lain (marketplace) maka pemilik toko online tidak mempunyai kekuasaan untuk mengatur segala sesuau tentang toko onlinenya. Kita hanya mengupload gambar, memberikan deskripsi dan sedikit kata-kata promosi agar pengunjung tertarik pada dagangan kita. Semua desain dan tampilan sudah disediakan secara baku dan kita tinggal mengikuti aturan yang berlaku untuk toko online kita ini. Jadi kita sebagai penjual tidak bisa berbuat lebih jauh untuk meningkatkan kesuksesan toko online kita.

 Keuntungan Konsep Toko Online Pada Orang Lain (Marketplace) adalah :

  1. Pengunjung di marketplace ini biasanya sudah besar sehingga produk yang kita pajang akan cepat dilihat oleh pengunjung dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu singkat sudah ada respon dari pengunjung. Jadi kita tidak perlu bersusah-payah mendatangkan pengunjung.
  2. Tidak memerlukan set up waktu dan biaya yang mahal karena kita lansgung dapat upload produk meskipun jumlahnya terbatas.
  3. Pengunjung sudah percaya kepada toko online kita karena terbawa nama brand besar dari marketplace-nya sehingga lebih cepat mendapatkan respon pembelian dari pengunjung.

Kerugian Konsep Toko Online Pada Orang Lain (Marketplace) adalah :

  1. Jika terjadi sesuatu atau perubahan kebijakan pada marketplace dimana produk kita dipajang maka akan berpengaruh langsung pada usaha kita. Sebagai contoh kasus di tutupnya multiply yang notabene banyak pelapak yang sudah lama bermain di sana yang sudah punya banyak pelanggan akhirnya hanya tinggal gigit jari.
  2. Kita tidak bisa membesarkan brand sendiri sehingga tidak bagus untuk bisnis jangka panjang.
  3. Keberhasilan kita sangat tergantung pada jumlah pengunjung dan kualitas pengunjung pada toko online dimana produk kita dipajang. Kita sama sekali tidak bisa meningkatkan pengunjung agar mau melihat barang dagangan kita.
  4. Tidak banyak bedanya produk kita dengan produk dari ribuan penjual di marketplace tersebut sehingga kita masuk kedalam komptesi neck to neck baik dengan penjual kecil maupun besar yang ada didalamnya.
  5. Kebanyakan pengunjung yang datang ke marketplace adalah memang orang-orang yang ingin menjual sesuatu, mencari ide, sedang mencari inspirasi atau mengecek persediaan sehingga tidak cocok bila kita ingin membangun pelanggan yang loyal kepada kita.

Contoh penggunaan konsep toko online (marketplace) adalah Olx.co.id, Tokopedia.com dan lain-lain.

Demikianlah sekilah informasi tentang perbedaan antara toko online sendiri dan marketplace yang masing-masing ada keuntungan dan kerugiannya. Silahkan memilih yang sesuai dengan situasi dan kondisi anda saat ini dan yang penting adalah langsung take action ya.

 

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.