Sekilas Tentang Industri Hotel dan Penginapan

Seperti kita ketahui bahwa tahun 2017 kemarin industri retail kita mengalami penurunan yang lumayan parah dan ditandai dengan banyaknya perusahaan besar yang mulai menutup gerainya di mal-mal. Memang banyak silang pendapat ada yang menyalahkan ini dan itu tetapi apapun alasannya memang kejadian ini baru terjadi belakangan ini. Kalau disebakan oleh karena kehadiran bisnis online mungkin tidak juga karena pengaruhnya hanya sekitar 2%. Menurut saya sebagai orang awam mungkin karena semua harga kebutuhan pokok mahal akhirnya banyak orang yang kehabisan uang untuk membeli diluar kebutuhan pokok karena sebagian besar masyarakat kita adalah orang level bawah akhirnya tidak tersisa uang untuk pergi ke mal seperti yang biasa dilakukan selama ini.

Tetapi yang menarik adalah banyak bidang mengalami kelesuan anehnya bidang pariwisata malah mengalami pertumbuhan. Rupanya anak milenia sekarang meskipun belum punya rumah yang penting bisa jalan-jalan atau refreshing dulu dari penatnya kerja setiap hari.

Kondisi seperti ini tentu saja menguntungkan bagi para pebisnis biro perjalanan, hotel dan penginapan. Orang dari Jakarta ingin ke Bali tentu ingin  menginap di hotel atau penginapan lain. Dampaknya sudah tentu tingkat hunian hotel dan penginapan terus meningkat.

Sebenarnya peningkatan jumlah wisata ini juga tidak terlepas dari peran media online yang menjanjikan kemudahan bertransaksi secara online untuk menyewa kamar hotel maupun pesan tiket pesawat terbang. Ditambah lagi tempat-tempat wisata mudah diakses melalui internet sehingga menarik seseorang yang tadinya tidak ingin pergi, setelah melihat di situs atau sosial media kok kelihatan tempat wisatanya indah lalu mereka merencanakan untuk berlibur.

Dengan banyaknya tempat wisata yang menarik maka memberikan peluang bagi industri penginapan dalam mengembangkan usahanya. Orang yang datang ke tempat wisata yang jaraknya jauh dan mesti menginap merupakan peluang yang bagus dalam mengembangkan industri penginapan.

Misalnya kalau untuk orang-orang di Jabodetabek maka puncak dan bandung merupakan tempat tujuan wisata yang ideal karena disamping dekat juga menyuguhkan banyak lokasi wisata yang menarik dan banyaknya hotel dan penginapan di daerah tersebut sehingga setiap hari libur kedua daerah tersebut macet luar biasa.

Bicara soal penginapan untuk wisata maka hotel adalah hal yang lazim mereka sewa untuk menginap. Jika jumlah kunjungan wisata meningkat maka usaha hotel, penginapan dan yang terkait dengan industri ini juga akan maju. Tetapi sebagai pengusaha hotel dan penginapan juga harus waspada jangan sampai terjadi pembangunan yang over supply akibatnya tingkat hunian mengecil meskipun banyak kunjungan wisata. Makanya perlu survei yang mendalam jika akan mendirikan hotel dan bangunan penginapan lainnya agar tidak mengalami kegagalan.

Didalam industri perhotelan jika tingkat hunian sekian persen maka masih untung dan dibawah itu akan rugi. Tentu persantase setiap hotel berbeda-beda tergantung dari biaya operasional, besarnya investasi dan harga jual kamar hotel.

Nah, bicara soal biaya operasional hotel tentu tidak terlepas dari biaya untuk makanan, biaya ruangan, biaya utilitas, biaya karyawan, perawatan, promosi dan seterusnya.

Biaya Ruangan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi kamar agar layak dijual. Misalnya biaya binatu, sprei, bantal, quilt cover,  handuk, sikat gigi, pasta gigi, sabun, tissue, AC, bahan chemical untuk membersihkan ruangan, sandal, TV langganan.

Jadi cukup banyak komponen biaya untuk memenuhi kebutuhan suatu ruangan hotel sehingga bagian pengadaan barang harus pintar-pintar dalam menghemat biaya kamar tersebut seiring dengan terus merangkaknya harga-harga barang-barang tersebut.

Jika barang-barang tersebut naik harganya sedangkan harga jual kamar tetap maka akan mengurangi keuntungan usaha sedangkan menaikan harga jual kamar juga tidak mudah ditengah-tengah persaingan usaha penginapan yang semakin ketat.

Lalu jika pengaruh biaya kamar cukup signifikan hal yang barangkali masih bisa dilakukan adalah mencoba mencari alternatif barang lain yang sekiranya kualitas sama tetapi harga masih lebih murah. Apakah ada barang dengan kualitas sama tetapi harga lebih murah. Tentu saja ada makanya bagian pengadaan perlu rajin untuk bisa membandingkan beberapa merk. Dua hal yang bisa dilakukan untuk mencari harga yang lebih murah yaitu dengan mengganti merk dengan kualitas yang setara atau merk tetap tetapi berbeda supplier karena tidak semua supplier menerapkan harga jual yang sama.

Anda sebagai tamu di hotel tentu jika menginap di sana kelihatan happy-happy saja tetapi sebenarnya pengelola hotel juga pusing memikirkan bagaimana jika biaya operasional terus membengkak tetapi tingkat hunian terus menurun.

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.