Menjadi Produsen Sprei atau Penjual Sprei

Kita suka membayangkan jika ada orang lain yang bisnisnya sudah maju kayaknya enak sekali ya rasanya kita ingin seperti dia padahal kita tidak mengetahui perjuangan yang telah mereka lakukan sehingga bisa sukses seperti itu. Oke itu sebaiknya hanyalah sebagai pemicu agar kita punya semangat untuk selalu berusaha terus dengan segala rintangan yang mesti kita hadapi.

Apapun bisnisnya pasti perlu perjuangan yang luar biasa sampai berhasil kecuali pebisnis yang tinggal melanjutkan warisan orang tuanya tentu tidak perlu usaha mati-matian karena yang melakukan usaha mati-matian adalah orang tuanya dahulu. Kembali lagi ke usaha sprei, sebenarnya jika kita modalnya pas-pasan untuk memulai bisnis sprei ini sebaiknya sebagai PRODUSEN SPREI atau sebagai PENJUAL SPREI. Berikut sekilas tentang perbedaan antara produsen sprei dengan penjual sprei.

PRODUSEN SPREI : Harus dimulai dengan menjadi pedagang sprei terlebih dahulu untuk mendapatkan banyak pelanggan kemudian jika sudah banyak pelanggan barulah melangkah menjadi produsen sprei apabila hal ini tidak dilakukan artinya tanpa mempunyai pelanggan terlebih dahulu langsung menjadi produsen sprei maka yang akan terjadi adalah kemungkinan besar terjadi penumpukan stock sprei dari hasil produksi karena belum bisa terserap oleh pasar dan kalau hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama maka sudah dapat dipastikan bisnis akan macet.

PENJUAL SPREI : Inilah sebaiknya profesi harus dimulai sehingga prosesnya tidak dibalik menjadi produsen sprei terlebih dahulu baru kemudian menjadi penjual sprei karena dengan menjadi penjual sprei akan bisa mendapatkan banyak pelanggan atau tidak. Jika sudah mulai banyak pelanggan maka dengan bekerja sama dengan pihak supplier bahan dan para tukang jahit dan tukang potong barulah bisa memulai menjadi produsen sprei. Jika proses ini dilakukan Insya Allah bisnis akan dapat berjalan dengan lancar karena sudah mempunyai kunci bisnis yaitu mempunyai banyak pelanggan atu konsumen.  Salah satu cara agar penjual sprei sukses adalah menjual dengan menerapkan Harga Grosir Murah yang penting masih bisa mendapatkan margin keuntungan dan tetap menjaga kualitas barang.

PRODUSEN SPREI : Modal yang dikeluarkan relatif besar karena harus menyiapkan segala infrastruktur untuk memproduksi sprei mulai dari mesin jahit, peralatan pendukung, bahan baku berupa kain sprei , penjahit dan juga tempat untuk produksi.

PENJUAL SPREI : Modal relatif kecil karena bisa juga menyetock barang secukupnya ataupun tidak perlu menyetock barang sama sekali dengan menjadi dropshipper.

PRODUSEN SPREI : Mempunyai potensi menggandakan omset penjualan dan keuntungan jauh lebih besar dibandingkan sebagai penjual sprei kenapa hal ini bisa terjadi ya karena sebagai produsen mempunyai kapasitas produksi yang besar apalagi jika dibarengi dengan jaringan distribusi pemasaran yang luas. Tapi ingat dibalik kemampuan bisa menggandakan omset penjualan ada bayang-bayang resiko kegagalan yang besar pula karena mempunyai resources yang besar.

PENJUAL SPREI : sebagai penjual sprei juga bisa punya potensi meningkatkan omset penjualan namun akan lebih kecil jika dibandingkan dengan produsen sprei  kenapa karena sebagai penjual sprei otomatis penjualan hanya dari satu channel (dari kita sendiri) sedangkan sebagai produsen banyak channel pedagang yang menginduk pada mereka. Namun ada untungnya sebagai penjual sprei tingkat resiko kebangkrutan lebih kecil karena memang investasinya relatif lebih kecil dibandingkan sebagai produsen.

Itulah point terpenting perbedaan antara Produsen Sprei dengan Penjual Sprei. Terserah anda mau memilih mana yang terbaik menurut kemampuan anda dan semoga sukses.

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.