Perjalanan Usaha Sprei Dillashop.com

Setelah menggeluti usaha sprei lebih dari 1.5 tahun tentunya kami banyak mengalami suka dan duka dalam menjalankan usaha sprei ini. Awalnya kami melakukan usaha sprei ini secara dropship dengan mengambil sprei dan bed cover dari produsen sprei. NamunĀ  suka mengalami kendala misalnya barang yang dikirim ada kekurangan sarung bantal, lain waktu ada kekurangan sarung guling, ada salah ukuran, ada kelupaan tidak ada tas untuk bed cover dan segudang permasalahan yang muncul sedangkan di satu sisi kami melakukan pengiriman jarah jauh misalnya ke kalimantan, sulawesi. Coba berapa ongkos kirim yang mesti kami tanggung belum lagi komplain dari para pelanggan. Celakanya bila kami balik komplain ke produsen sprei responnya sangat lambat seperti kesannya tidak merasa bersalah. Semua akan menjadi fatal apabila kejadian yang semestinya tidak terjadi menimpa pada para pelanggan tetap kita maka sudah bisa ditebak apa akibat yang bakal kami terima. Tentu mereka sangat kecewa sedangkan di sisi lain kami tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki sistem yang ada di internal produsen sprei tersebut.

Lama kelamaan kita berfikir ulang bagaimana caranya agar kita bisa memproduksi sprei sendiri sehingga tidak tergantung sepenuhnya pada produsen sprei. Sudah survey berbagai tempat penjahitan di sekitar tempat tinggal kami kemudian kamiĀ  dapat menyimpulkan bahwa kurang tepat jika kami memelihara tukang jahit sendri karena rata-rata tukang jahit pendidikannya dibawah SMP sehingga agak sulit dikendalikan yang akibatnya kita akan mengalami kesulitan sendiri. Oleh karena itu cara yang paling tepat adalah dengan bekerja sama dengan pemilik konveksi sprei sehingga semua permasalahan pengaturan penjahit akan ditangani langsung oleh pemilik konveksi dan apabila kapasitasnya kurang kami bebas menambah konveksi lain sehingga kapasitasnya dapat dipenuhi dengan catatan kami harus melakukan standarisasi kualitas penjahitan maupun aksesoris penjahitan sehingga diharapkan antara konveksi satu dengan yang lainnya kualitasnya sama.

Kendala yang kita hadapi dalam mencari konveksi adalah ongkos jahit cukup mahal sehingga harga jual sprei kita tidak bisa bersaing secara online. Oleh karena itu perlu terus sering melakukan survey pencarian konveksi sehingga didapatkan konveksi dengan ongkos jahit yang wajar dan kualitas yang cukup baik sehingga dapat diterima oleh para konsumen. Tentunya untuk melancarkan usaha kami perlu membuatkan kerjasama secara eklusif dengan para pemilik konveksi sehingga order dari kami akan menjadi prioritas utama untuk dikerjakan karena memang dari sisi jumlah orderan kami relatif yang paling besar dan kontinyu. Sebagian besar pemilik konveksi dan penjahit home industri tidak melakukan pemasaran secara online karena mereka tidak sempat atau memang gaptek dengan teknologi sehingga peluang ini yang kami ambil.

Dengan semakin berjalannya waktu tentunya Alhamdulillah kepercayaan konsumen terhadap dillashop.com semakin baik sehingga dampaknya omset penjualan terus meningkat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari jasa para pelanggan dan juga para reseller termasuk juga dropshiper yang telah turut membantu membesarkan nama dillashop.com.

Bila anda tertarik dengan usaha sprei mungkin cerita kami di atas dapat menginspirasi anda. Pertama kali jual sprei bisa melalui dropship kemudian mencoba menjadi reseller dan akhirnya bisa mengendalikan produksi sendiri. Sprei merupakan kebutuhan di setiap rumah tangga, hotel, rumah sakit, kost-kostan, losmen dan semua tempat yang ada tempat tidurnya sehingga kami berharap usaha sprei tidak ada matinya seperti halnya usaha makanan. Selamat Mencoba !

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.