Pengusaha itu Profesi Sulit

Jadi Pengusaha itu sangatlah sulit, sebagai buktinya adalah rasio pengusaha terhadap jumlah populasi penduduk di negara maju tidak lebih dari 12 persen. Apalagi di negara berkembang seperti negara kita rata-rata dibawah 5 persen. Indonesia sendiri baru 1,56 persen. Artinya dari 100 orang penduduk Indonesia yang jadi pengusaha tidak lebih dari 2 orang saja.

Kenapa menjadi pengusaha itu sulit ? Karena memerlukan perjuangan yang luar biasa dengan pengalaman jatuh bangun yang tidak semua orang mampu untuk melewati. Bagi orang yang ingin aman-aman saja ya jadi pegawai, baik pegawai swasta maupun pegawai negeri merupakan pilihan terbaik.

Sebenarnya kalau kita pelajari dari banyak pengusaha sukses dari orang biasa mereka umumnya mempunyai kebiasaan berjualan sejak dia masih sekolah atau kuliah karena dengan berdagang mereka sudah berlatih untuk menjual sejak dini sehingga jiwa mereka adalah pedagang karena pengusaha itu pada hakekatnya adalah pedagang yang sukses. Untuk itulah agar Indonesia semakin maju maka harus banyak lahir generasi-generasi pengusaha sehingga mampu untuk membuat lapangan pekerjaan bukan menjadi pegawai yang menghabiskan lapangan kerja. Generasi semacam ini bisa diciptakan dengan membentuk perilaku anak sejak usia sekolah agar mereka dibiasakan mandiri. Menjadi pengusaha itu harus mempunyai jiwa kemandirian yang besar apalagi sebagai pendiri suatu usaha maka jiwa pelopor dan kreatif  mutlak dipunyai.

Apakah kita ingin menjadi pengusaha setelah pensiun ? Jika kita sudah pensiun bagi pegawai negeri mungkin masih ada sedikit harapan karena masih mendapat uang pensiun setiap bulannya tapi bagaimana jika yang pensiun itu dari pegawai swasta dengan gaji yang pas-pasan maka akan mengalami kendala kehidupan di masa tuanya sehingga tidak ada jalan lain kecuali membuka usaha diwaktu sudah pensiun. Kemungkinan berhasil adalah kecil karena sudah puluhan tahun menjalani mental pegawai yang relatif tidak mempunyai sifat mandiri dan kreatif ditambah lagi usia pensiun sudah rentan dengan berbagai macam penyakit.  Agar hal ini tidak menimpa kepada kita dan keturunan kita maka sebaiknya jiwa usaha ini sudah diperkenalkan kepada anak kita sejak dini karena dimasa mendatang persaingan hidup akan semakin ketat.

Pada jaman dahulu profesi sebagai seorang pengusaha atau wiraswasta itu kurang dihargai dalam kehidupan bermasyarakat karena yang lebih mereka hargai jika putra-putrinya menjadi priyayi (pejabat atau pegawai negeri) dengan harapan agar kehidupannya kelak akan terjamin meskipun gajinya kecil karena ada uang pensiunnya. Namun sekarang seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan ekonomi ditambah lagi tiap hari bisa kita lihat di TV banyak sekali koruptor dari pejabat maupun pegawai negeri sehingga lambat laun profesi sebagai pengusaha sangat diidam-idamkan bagi sebagian orang karena kalau sudah berhasil menjadi seorang pengusaha maka semua impian dari sisi materi akan dapat terpenuhi.

Meskipun Pengusaha itu sulit namun jika anda berhasil mewujudkannya maka anda bisa menjadi mulia karena bisa menampung banyak tenaga kerja yang saat ini jumlahnya cukup besar sehingga dapat mengurangi pengangguran. Pengusaha sprei juga bagus mengingat hampir semua industri tekstil termasuk industri padat karya artinya dalam operasionalnya melibatkan banyak orang sehingga menyerap banyak tenaga kerja.

Bagi Anda yang sudah terbiasa menjadi karyawan untuk mengubah menjadi pengusaha biasanya sangat sulit karena mental karyawan sangat berbeda dengan mental pengusaha. Tidak jarang seorang karyawan yang sudah menduduki posisi penting di suatu perusahaan mencoba keluar untuk bisnis sendiri namun banyak yang gagal karena mengira jika sudah berhasil dalam suatu perusahaan maka ilmu dan pengalaman akan mudah diterapkan untuk usahanya sendiri. Namun kenyataan di lapangan seringkali diluar dugaan sehingga usaha yang dirintisnya gagal di tengah jalan. Untuk meminimalkan resiko kegagalan usaha bagi seorang karyawan atau pegawai adalah mencoba usaha sampingan terlebih dahulu sehingga jika terjadi kegagalan usaha maka masih tetap menerima gaji. Keuntungan mencoba usaha sampingan adalah menambah networking, mengasah intuisi bisnis dan mempersiapkan masa depan atau masa pensiun. Namun kelemahannya adalah kurang serius karena keterbatasan waktu pengelolaan sehingga rawan untuk ditipu orang atau karyawannya karena tidak langsung terjun sendiri. Jika mengalaman kegagalan dalam usaha sampingan ini tetap akan lebih baik daripada orang yang tidak pernah sama sekali mencoba usaha sendiri karena semua orang pasti akan mengalami masa pensiun atau tidak selamanya bisa bekerja di tempat orang lain.

This entry was posted in Bisnis Sprei and tagged . Bookmark the permalink.