Pemasaran Usaha Kecil

Membuka usaha tidak mesti dimulai dengan modal besar namun bisa juga dimulai dengan modal kecil yang disebut Usaha Modal Kecil atau Usaha Mikro. Kita tidak boleh menyepelekan usaha kecil ini karena usaha ini yang telah terbukti lebih kebal terhadap krismon dari pada usaha besar. Boleh jadi nantinya usaha kecil ini menjadi usaha besar yang omsetnya bisa mencapai milyaran rupiah asalkan dikelola dengan baik. Banyak kasus tadinya usaha hanya dimulai dari rumah namun terus berkembang akhirnya menjadi usaha besar. Untuk menjadi usaha besar tentunya diperlukan strategi pemasaran yang handal sehingga mendapat pelanggan semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini  perlunya  tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan konsumen sehingga usaha terus berkembang.

Jadi strategi pemasaran tidak hanya berlaku bagi usaha besar namun perlu juga untuk usaha kecil dan mikro agar nantinya bisa menjadi besar. Tanpa strategi pemasaran yang jitu tentunya sulit untuk berkembang menjadi usaha besar karena ketatnya persaingan di pasar. Bicara soal strategi pemasaran sesungguhnya kita membicarakan bagaimana cara agar produk kita laku dijual di pasaran.

Bagi usaha kecil tentunya menentukan strategi pemasaran yang tepat tidaklah mudah karena memang jaringan pemasaran belum terbentuk dan produk juga belum begitu dikenal oleh masyarakat. Namun demikian ini memberikan tantangan bagi para pelaku usaha kecil dan mikro untuk terus berinovasi agar produknya laku dan dikenal oleh masyarakat luas.

Kendala utama yang dihadapi para pelaku usaha kecil dan mikro dalam memasarkan produknya adalah keterbatasan anggaran yang seringkali menjadikan usaha tidak berkembang. Oleh karena itu sebagai pelaku usaha kecil dan mikro harus lebih kreatif untuk menciptakan ide-ide pemasaran dengan biaya seminimal mungkin. Berikut ada beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan adanya anggaran yang terbatas.

  1. Manfaatkan Teknologi Internet, saat ini dengan kemajuan teknologi internet memungkinkan para pengusaha kecil dapat memasarkan produk dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Kendala yang akan dihadapi dalam hal ini adalah penguasaan teknologinya sendiri karena mereka tentunya masih awam tentang online dan satu sisi belum ada dana untuk menggaji orang untuk mengelola pemasaran onlinenya. Jalan tengahnya adalah coba belajar yang paling mudah dulu untuk memasarkan produk via internet dengan pasang iklan yang gratisan. Bila belum mempunyai komputer atau laptop dicoba belajar lewat warnet terdekat.
  2. Bekerjasama Dengan Pihak Lain, berkerja sama dengan sesama pengusaha atau rekan yang lebih mengetahui tentang pemasaran online agar bisa membantu memasarkan produk anda. Berikanlah informasi kepada rekan anda apa saja keunggulan produk anda dan foto-foto produk yang akan dipajang serta sasaran pasar yang hendak anda tuju agar memudahkan dalam menentukan media iklan yang akan dipilih.
  3. Memasarkan Secara Konvensional, membuat brosur yang murah tetapi menarik dan di sebarkan di wilayah sekitar anda atau memasang spanduk di depan rumah atau jalan di dekat rumah anda agar masyarakat disekitar anda mengetahui bahwa anda menjual sesuatu produk yang mungkin bermanfaat bagi mereka.
  4. Libatkan Lingkungan Terdekat Anda, lingkungan terdekat bisa keluarga, tetangga, sanak saudara dan rekan-rekan anda untuk membantu mempromosikan produk anda sehingga lebih cepat dikenal oleh masyarakat. Perlu difahami bahwa semua pemasaran perlu proses agar ada respon dari konsumen.

Pengelolaan hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Bahkan usaha bisa hancur jika strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Nah, evaluasi kembali strategi pemasaran dan rencana pemasaran yang telah anda lakukan jika belum kena sasaran  agar usaha anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat. Semoga Sukses !

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.