Pemahaman Pemasaran

Sebagian besar dari kita jika mendengar kata pemasaran maka dibenak kita langsung membayangkan suatu cara yang penuh kelicikan dan kebohongan yang intinya agar jualannya laku. Coba kalau kita amati tayangan di televisi hampir semua produk pemasaran yang berupa iklan-iklan semuanya hanya dibumbui sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya obat pembersih noda untuk baju yang kotor hingga dibersihkan cemerlang seperti sinar matahari, obat batuk ditenggak langsung batuknya sembuh, minum air stamina langsung segar bugar namun kenyataannya apa demikian ? Tentunya tidak. Bagi masyarakat yang sering beli produk dengan termakan iklan baik di televisis maupun media lain yang tidak sesuai dengan kenyataan maka lama kelamaan akan mempunyai pandangan bahwa pemasaran itu hanyalah akal-akalan agar masyarakat mau beli produk mereka. Di sisi lain jika mereka beriklan biasa-biasa saja sesuai dengan kenyataan maka produknya tidak laku. Jadi mau tidak mau semua jenis iklan kalau boleh kita katakan isisnya pembohongan publik semata karena memang masyarakat kita suka dibohongin. Mereka sebenarnya ingin membujuk semua pemirsa agar mau membeli produk yang diiklankan sekalipun tadinya pemirsa tidak butuh produk tersebut karena terkecoh dengan isi iklan akhirnya membeli juga yang pada akhirnya kecewa. Jadi kita hidup di zaman ini juga mesti mengetahui Pemahaman Pemasaran secara proporsional sehingga tidak membabi buta dalam membeli suatu barang. Kalau begitu pertanyaannya adalah apakah semua produk demikian ? tentunya tidak, ada sebagian kecil produk yang berkualitas namun kurang promosinya. Produk-produk ini biasanya bisa dicari via internet karena bagi pemilik produk tersebut tidak sanggup mempromosikan dengan biaya mahal seperti promosi iklan di media tv, koran, radio, billboard sehingga pilihannya jatuh ke media yang murah yaitu internet.

Dengan demikian bila kita mempunyai produk yang baik maka kewajiban kita adalah untuk memberitahukan kepada orang-orang yang memerlukan tanpa harus dibumbui dengan promosi yang berlebihan. Katakanlah Produk Sprei jika spreinya sebenarnya luntur janganlah dibilang tidak luntur namun usahakan tidak menyinggung masalah luntur sehingga sesuai dengan kenyataan. Jika dikatakan harga paling murah ternyata masih banyak penjual lain yang menjual lebih murah, jadi cukup kita katakan harga murah bukan harga paling murah.  Kualitas sprei cukup kita katakan bagus bukan paling bagus karena selalu ada yang lebih bagus dan seterusnya. Hal semacam ini yang perlu diperhatikan dalam etika berpromosi agar tidak membohongi konsumen. Pada prinsipnya membohongi konsumen dalam berpromosi itu bisa berjalan apabila didalam kenyataan di lapangan tidak banyak persaingan untuk produk sejenis namun bila banyak persaingan tentunya masyarakat dapat memilih produk yang lebih baik dan cukuplah mereka beli pertama kali saat tertipu dengan iklan.

Hidup dijaman yang penuh dengan kebohongan seperti saat ini memang rasanya perlu membentingi diri dengan keyakinan dan kejujuran agar apa saja yang kita lakukan dalam bisnis mendapatkan usaha berkah dan tidak ikut arus kehidupan yang serba menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Diharapkan bagi setiap orang yang ingin memasarkan produk yang berkualitas tidak terlalu bombatis dalam menjalankan iklah karena dengan promosi yang wajar justru masyarakat akan mencintainya. Biarkanlah orang lain berpromosi seenaknya saja tetapi kita teap berpegang teguh pada prinsip kejujuran dan kewajaran.

Semoga dapat menginspirasi anda untuk dapat berpromosi secara bijaksana sehingga tidak banyak melakukan pembohongan terhadap masyarakat akan produk yang kita jual. Amin

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.