Cerita Motif Sprei

Pada jaman dahulu sprei tidak banyak motif seperti sekarang ini bahkan kakek dan nenek kita yang hidup dikampung jaman dahulu tidak memakai sprei namun  cukup memakai kain fanel agar tempat tidur tidar kotor dan berdebu. Konsumen saat ini mulai banyak tuntutan tentang motif dan kualitas sprei makanya para produsen kain sprei berlomba-lomba untuk menghasilkan karya terbaik mereka. Tahun 70-an mungkin sprei cukup berwarna polos karena ilmu desain dan printing belum begitu maju seperti sekarang ini dan apabila ada satu atau dua sprei yang bermotif maka masih banyak yang luntur karena teknik printingnya belum begitu sempurna. Namun sekarang dengan kemajuan teknologi komputer dan printing maka desain sangat mudah dibuat dengan kualitas printing yang bagus. Dampak dari ini semua adalah bahwa seringnya produsen kain sprei berganti-ganti motif dan model sehingga mengakibatkan penjual sprei skala kecil sulit mengikuti perkembangan model ini karena motif sprei yang lama saja masih banyak stocknya sudah muncul motif sprei yang baru.

Kelompok umur menengah ke atas memanfaatkan sprei tidak hanya berfungsi untuk menutupi tempat tidur namun dipilih menurut selera yang disesuaikan dengan warna dinding kamar tidur dan furniture yang ada di dalam kamar tidur.

Sprei Katun Star terkenal karena motifnya yang cerah serta kualitasnya cukup baik dan mereka selalu mengeluarkan motif-motif baru. Mereka secara reguler mengeluarkan katalog yang dapat digunakan oleh distributor untuk disebarkan kepada para penjual eceran sehingga memudahkan penyebaran motif sprei baru ke seluruh tanah air. Keuntungan bagi para pembeli sprei jika motifnya sering keluar model baru maka akan lebih menarik dan cenderung beli dibandingkan dengan produsen kain sprei yang jarang mengeluarkan motif baru. Namun demikian ada sisi kerugiannya jika ada konsumen menginginkan motif yang lama maka stock biasanya sudah habis sehingga kita sebagai pedagang sering mengalami kesulitan dengan seringnya keluarnya motif baru.  Katalog yang belum lama beredar akan ganti dengan katalog yang baru sehingga pesanan dengan katalog lama tidak bisa dilayani lagi. Oleh karena itu penjualan dengan model katalog kurang begitu jalan akibat seringnya ganti motif maka solusinya adalah dengan mengggunakan gambar di web, blog atau facebook untuk digunakan dalam alat penjualan.

Kecenderungan memilih motif dalam memilih sprei juga mengakibatkan variasi harga yang beredar di pasaran sangat beragam karena orang terkadang fanatik dengan motif tertentu meskipun harganya lebih mahal. Jadi produsen sprei yang banyak mengeluarkan motif dengan harga murah akan unggul di pasaran. Tidak jarang konsumen menunda pembelian sprei sampai motif yang diinginkan keluar lagi. Jadi motif, harga dan kualitas sangat memegang peranan penting dalam industri sprei.

Demikianlah sedikit cerita tentang pengaruh motif terhadap penjualan sprei yang saat ini pengaruhnya sangat besar disamping harga yang kompetitif tentunya.

 

This entry was posted in Motif Sprei. Bookmark the permalink.