Mengulas Tentang Sprei Grow

sprei-growMerk kain sprei untuk level menengah banyak sekali yang beredar dimulai dari panca, nikita, vienna, carlotta, star, fortuna dan yang belakangan banyak mengeluarkan motif baru adalah sprei merk grow.

Sprei ini bahannya relatif lebih mahal dibandingkan dnegan merk sprei yang telah kami sebutkan di atas tetapi dimbangi dengan kualitas yang lumayan bagus.

Jika para produsen kain sprei ingin produknya dijual lebih mudah di online maka harus disesuaikan dengan kebutuhan online.

Perlu diketahui bahwa konsumen yang belanja online berkeputusan untuk membeli atau tidak yang pertama kali melalui gambar dan nama produk  yang dipajang tanpa melihat dan meraba barangnya sehingga diharapkan untuk sprei menyajikan motif dan nama yang menarik.

Gambar untuk sprei grow yang beredar di internet biasanya ada merk grow disertai dnegan namanya. Hanya kendalanya jika satu motif ada beberapa warna tidak dipisahkan namanya tetapi menggunakan nama yang sama seharusnya namanya dibedakan misalnya Bernie Pink dan Bernie Tosca tidak cukup hanya Bernie saja.

Meskipun gambar di internet sudah bisa mewakili syarat untuk dijual online tetapi nama tidak dicantumkan dalam kain sprei sehingga menyulitkan para pembeli kain yang akan belanja kain karena harus menunjukan foto ketika membeli kain karena kebanyakan orang tidak hafal apa nama motif  kain tersebut.

Jadi untuk meningkatkan penjualan sprei online sebenarnya kontribusi nama yang ada di katalog, gambar di internet dan di bahan sangat membantu mempermudah para pelaku bisnis online. Oleh karena itu perlunya sprei grow untuk mencantumkan nama pada bahan kainnya.

Sprei grow mempunyai karakteristik gambar sangat jelas tetapi selalu mengikuti model garis sehingga memberikan kesan monoton.

Bagi anda yang biasa jualan sprei grow terkadang bisa heran kenapa ada beberapa penjual online yang salah memberi merk misalnya di situ jelas sprei star tetapi di bilang sprei grow, atau sprei panca dibilang sprei catra.  Tentu ada tujuannya yaitu mendapatkan keuntungan lebih karena kalau beli bahan sprei merk panca kemudian dijual dengan harga catra tentu untungnya lebih besar. Atau mereka sebenarnya tidak bermaksud demikian tetapi karena mereka hanya sebagai reseller yang tidak memahami bahan akhirnya asal memberi merk saja.

Jika demikian tentu konsumen yang dirugikan karena membeli barang tidak sesuai dengan apa yang mereka maksud.  Jika pembeli sprei sudah berpengalaman tentu mereka akan mengetahui tentang merk-merk bahan dan motifnya tetapi bagi pemula yang belum berpengalaman maka tidak bisa membedakan antara merk yang satu dengan merk yang lain. Setiap merk bahan mengeluarkan motif yang berbeda sehingga mudah dikenal apalagi kalau merknya tercantum pada kain sprei.

Kunci kesuksesan merk sprei baru untuk memasuki pasar adalah segi kualitas, harga dan jumlah motif. Untuk jumlah motif yang banyak tentunya memerlukan modal yang cukup besar tetapi jika tidak dilakukan akhirnya banyak yang gagal di tengah jalan.

Sebagai pemain baru jika tidak punya keistimewaan dari sisi kualitas, harga  dan jumlah motif akan sulit menembus pasar. Misalnya merk A hanya mengeluarkan puluhan jenis motif dengan kualitas bahan yang standard maka mereka dipastikan tidak akan bisa bertahan menghadapi para pemain lama yang sudah mengeluarkan ratusan motif dengan kaulitas yang sudah teruji di pasar.

Sebagai penjual bahan sprei dengan banyaknya motif yang beredar maka mereka akan mengalami resiko yang lebih besar terhadap terjadinya stock mati karena terus-menerus berdatangan motif baru yang bagus-bagus sehingga motif lama tersisihkan. Tetapi dari sisi konsumen sangat sennag karena dimanjakan dengan aneka macam motif pilihan yang menarik.

This entry was posted in Motif Sprei. Bookmark the permalink.