Mengenal Penjualan Sprei

Apakah Anda ingin terjun ke usaha sprei ?

Model penjualan sprei dapat kita pisahkan menjadi dua kelompok yaitu usaha sprei online dan usaha sprei offline. Antara keduanya bisa terpisah atau merupakan gabungan sehingga seseorang mempunyai usaha sprei offline kemudian didukung juga dengan penjualan secara online agar pangsa pasarnya dapat menjangkau keseluruh pelosok tanah air.

Bagaimana caranya bila anda masih awam tentang berjualan sprei ? Tidak ada yang sulit kok semua masalah pasti ada solusinya yang paling sulit justru melangkah untuk memulainya. Bisnis itu mudah jangan dipersulit, seperti halnya anda ingin pergi dari Jakarta ke Bandung ? jika anda mengandai-andaikan sesuatu yang akan terjadi di jalan boleh jadi anda tidak jadi berangkat. Misalnya jangan-jangan di tengah jalan mobil mogok, jangan-jangan di jalan tol ada perampok, jangan-jangan macet total, jangan-jangan jalannya longsor. Kita kebanyakan berasumsi dengan “jangan-jangan” sehingga apa yang ingin kita cita-citakan tidak jadi dilaksanakan. Kembali lagi ke ilustrasi tadi, jika kita ingin pergi ke Bandung langsung saja melangkahkan kaki pertama dengan menghidupkan mobil kemudian berangkat, adapun nanti di tengah jalan banyak gangguan kita cari jalan keluarnya toh kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi nanti. Kita boleh mengasumsikan secara global saja kemungkinan apa yang akan terjadi di jalan untuk mengantisipiasi jika benar kejadian agar siap solusinya. Jadi bisnis juga begitu langsung action dengan sedikit analisa resiko agar kita siap menghadapi jika terjadi kondisi terburuk dengan menyiapkan solusi sebelumnya.

Salah satu cara untuk mengenal resiko dalam bisnis sprei adalah mengenal pangsa pasar sprei itu sendiri. Sejauh mana peluang pasar sprei yang akan anda terjuni. Apakah banyak pembeli ? Apakah banyak pesaing ? Namun sebelumnya mesti mengetahui posisi anda untuk berjualan sprei itu sebagai apa ? Berikut ada beberapa posisi untuk berjualan sprei :

1. Pabrik Sprei

Pabrik sprei merupakan tempat pembuatan sprei dengan skala besar dan penjualannya biasanya melalui para distributornya. Sprei keluaran pabrik bisa dicirikan dengan plastik pembungkus sprei yang semi permanen sehingga tidak ditujukan untuk dibuka jika tidak membeli. Pembuatannya tidak berdasarkan pesanan namun lebih kepada data-data penjualan sebelumnya karena jika mengikuti pesanan tidak akan sempat melakukan pendataan secara akurat yang akhirnya mengganggu produksi. Jika ada kelebihan stock maka dapat dilempar ke distributor sehingga meskipun pembuatan tidak berdasarkan pesanan maka stock sprei tetap dijaga agar seminimal mungkin.

2, Produsen Sprei

Produsen sprei lebih kecil skalanya dibandingkan dengan pabrik sprei bisa juga home industri atau hanya skala rumahan. Pembuatannya biasanya berdasarkan pesanan karena produsen sprei tidak mempunyai jaringan distributur yang besar seperti pabrik sprei sehingga jika membuat sprei tidak berdasarkan pesanan maka akan kesulitan melempar ke pasar jika terjadi stock.

2. Distributor Sprei

Merupakan usaha tidak membuat sprei namun mengumpulkan sprei baik dari pabrik sprei ataupun produsen sprei (bisa juga merangkap sebagai produsen sekaligus distributor sprei) dan dengan mengageni merk tertentu.

3. Pedagang Sprei

Pedagang sprei sifatnya lebih kecil dari distributor sprei yang bisa menjual hanya dengan jumlah sprei terbatasĀ  dan mereka tidak terikat dengan merk sprei tertentu sehingga mempunyai kebebasan dalam penjualan.

4. Reseller Sprei

Skala lebih kecil lagi dari Pedagang Sprei. Mereka hanya menyetock beberapa sprei untuk tujuan pelayanan ke konsumennya agar lebih cepat jika ada sprei yang ready stock.

5. Dropshipper Sprei

Jualan Sprei namun tidak menyetock sprei dan cara ini adalah yang paling aman dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan yang tidak banyak menyita waktu dan modal. Namun karena resiko kecil maka keuntungan juga kecil.

Setelah kita mengetahui posisi kita untuk berjualan sprei, sekarang perlu juga mengetahui model penjualan sprei secara offline dan online. Untuk usaha sprei secara offline faktor yang perlu diperhatikan agar sukses yaitu : Lokasi Penjualan, Harga Sprei, Kualitas Sprei dan juga Promosinya. Kami akan menyoroti masalah lokasi yang cocok untuk berjualan sprei secara offline, diantaranya :

1. Komplek Perumahan

Teliti di komplek perumahan tersebut dan lingkungan sekitarnya banyak penghuninya atau tidak dan kelas penghuninya seperti apa ? menengah ke bawah atau menengah ke atas. Penelitian ini penting untuk menentukan jenis sprei yang akan anda jual, apakah sprei yang harganya untuk kelas menengah ke bawah atau untuk kelas menengah ke atas. Jika tidak banyak penghuninya dan anda tidak berniat untuk sekalian jualan online maka sebaiknya diurungkan niatnya karena nanti tidak banyak pembeli.

2. Mal

Mesti hati-hati karena harga sewanya sangat mahal sehingga perlu perhitungan yang matang dan tempatnya juga harus menyatu dengan pedagang sprei lain atau paling tidak sekelompok dengan pedagang pakaian karena masih satu kelompok barang tekstil.

3. Ruko

Ruko asal tempatnya ramai juga merupakan tempat yang bagus untuk berjualan sprei. Bagian bawah bisa unuk jual sprei dan kain sedangkan bagian atas bisa untuk produksi sprei.

4. Pasar Sprei

Kita harus jeli dalam penjualan sprei di pasar sprei karena rawan dengan persaingan harga dan kualitas. Usahakan merk maupun jenis kain tidak sama dengan sebelahnya untuk mengurangi kompetisi harga yang saling merugikan. Atau jika terpaksa sama coba tambahkan produk lain yang terkait misalnya sarung batal, handuk agar anda mempunyai nilai tambah di bandingkan mereka.

5. Pinggir Jalan yang Ramai

Tempat yang strategis bisa juga untuk berjualan sprei selain untukĀ  melayani pembelian dari masyarakat di sekitar lokasi juga dapat melayani pembeli yang sedang melewati jalan tersebut dan lebih bagus lagi ditambah jualan online agar semua permintaan dari tempat manapun dapat terlayani dengan baik.

Setelah membahas tentang posisi kita dalam berjualan sprei. Nah saatnya kita melakukan pembahasan singkat tentang penjualan secara online. Secara garis-besar penjualan sprei online dapat kita lakukan melalui :

1. Toko Online : Anda bisa menjual sprei dengan mengupload gambar-gambar sprei ke Toko Online Sendiri. Untuk kebutuhan ini maka anda sebaiknya belajar domain, hosting, keyword, traffic, SEO dan desain website agar toko online anda banyak pengunjung dan pembeli.

2. Marketplace : Pilihlah marketplace yang sesuai dengan kebutuhan anda untuk upload gambar , kasih kata-kata promosi, follow up jika ada respon pengunjung. Tidak perlu memikirkan yang rumit-rumit tentang domain, hosting dan desain website.

3. Social Media : Kini saatnya anda perlu belajar lebih mendalam tentang facebook dan twitter untuk penjualan sprei anda. Kedua media social ini sangat populer di negara kita bahkan sampai tukang becak saja sudah punya facebook. Ini menunjukan bahwa facebook memang sudah merakyat dan mudah menggunakannya.

4. Forum Jual-beli : Bila anda ingin langsung jualan sprei, buka forum jual-beli misalnya kaskus kemudian mendaftar, langsung dech bisa melakukan jual-beli.

Kesimpulannya jika anda ingin berjualan sprei maka tentukan terlebih dahulu posisi anda nantinya sebagai apa kemudian tingkatkan penjualan baik secara offline maupun online. Jangan lupa segera action tidak hanya dalam wacana saja. Semoga Sukses !

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.