Mengatasi Sprei Luntur

Pernahkah anda mempunyai pengalaman yang menjengkelkan sudah Beli Sprei jauh-jauh dan mahal ketika sampai di rumah dan dicuci ternyata sprei tersebut bahannya luntur dan lebih celaka lagi karena kelupaan lelunturannya mengenai pakaian yang lain. Kenapa sprei bisa luntur ? Penyebab utama adalah bahan yang digunakan untuk printing berkualitas rendah karena ingin menghemat ongkos yang mengakibatkan bahan printing tersebut kurang sempurna terserap pada kain sehingga apabila dicuci bahan printing tersebut secara bertahap terkelupas menjadi lelunturan ketika dicuci.
Jika anda sudah terlanjur Beli Sprei yang luntur ya tidak ada cara lain kecuali menjaga agar warna tidak cepat pudar dan tidak membuat luntur ke pakaian yang lain. Beberapa cara untuk untuk mengatasi luntur, diantaranya :
1. Pisahkan pada saat mencuci dengan pakaian atau sprei yang lain. Pemisahan ini bertujuan agar tidak terkena lelunturan yang mengakibatkan menempel pada pakaian lain yang sulit dibersihkan. Tapi masalahnya adalah anda atau tukang cuci anda lupa kalau sprei yang sedang dicuci luntur. Oleh karena itu kejadian ini sudah tentu sulit terhindarkan maka solusinya adalah membeli sprei dengan harga yang agak mahal sedikit tetapi dijamin tidak akan luntur.
2. Usahakan tidak menggunakan air hangat. Jika terpaksa cukup sebentar saja misal 1 menit dan detergent yang digunakan juga jangan terlalu banyak kemudian detergent aduk terlebih dahulu sebelum sprei direndam karena sifat air hangat dan detergent akan memperbanyak lelunturan dan semakin banyak lelunturan berarti printingnya semakin banyak yang terkelupas sehingga lekas pudar. Pada saat direndam dengan detergent kemudian coba diaduk sebenarnya sprei yang luntur sudah ketahuan karena akan menghasilkan air yang keruh. Tetapi masalah yang sering terjadi adalah kelupaan dicampur dengan pakaian atau sprei lain sehingga terlanjur kena luntur.
3. Jangan pernah menggunakan pemutih atau bycline. Banyak dari kita berpikiran bahwa dengan menggunakan pemutih maka masalah luntur akan selesai tetapi sebenarnya malah akan menjadi semakin parah karena pemutih mengandung chlorine sebagai bahan pengelantang untuk bleaching dan sifatnya sangat keras. Cari bahan detergent yang non chlorine untuk menghilangkan noda yang ada di supermarket dan biasanya dikhususkan untuk bahan lembut atau batik sehingga bahan tidak banyak luntur.
4. Jangan terlalu kencang pada saat mencuci. apalagi pakai sikat yang kencang namun cukup dicuci pakai tangan pelan-pelan atau pakai mesin cuci dengan setelan sedang. Semakin keras pada saat mencuci berarti semakin banyak printing yang terbuang.
5. Cara menjemur sprei. Pada saat dicuci sudah luntur kemudian dijemur kena terik matahari langsung maka dampaknya adalah sprei baru tetapi warna agak pudar.
6. Tidak beli sprei terlalu murah. Tidak kalah pentingnya adalah beli sprei yang harganya menengah ke atas karena kalau sprei sangat murah tidak ada jaminan bahwa sprei tersebut tidak luntur. Mau beli sprei murah luntur atau mahal tapi tidak luntur. Ya, terserah anda sesuai dengan budget anda, tapi kalau sprei murah dan luntur maka setiap anda cuci akan luntur terus sampai nanti warnanya pudar.
Jadi jelaslah bagi kita bahwa membeli sprei luntur itu dampaknya lama karena lunturnya sprei tidak akan hilang dalam waktu singkat bisa jadi puluhan kali dicuci baru lunturnya agak berkurang. Anda tentu akan dibuat repot jika mengalami seperti ini maka usahakan tidak pernah membeli sprei untuk jenis dan merk yang sama bila ternyata mengalami luntur.
Problem yang sering dihadapi pembeli sprei adalah pada saat beli untuk pertama kali tidak mengetahui apakah sprei yang dibeli luntur atau tidak. Apalagi kalau beli online maka tidak akan ketahuan, makanya cara termudah adalah harga sprei. Bila harga sprei di atas 100 ribu kemungkinan tidak luntur tetapi jika harga dibawah 100 ribu bahkan hanya sekitar 60 ribu maka jangan berharap sprei tidak luntur.
This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.