Masalah Sumber Daya Manusia Pada Usaha UKM

Seperti anda ketahui bahwa pada dasarnya keberhasilan dan kegagalan suatu usaha itu besar pengaruhnya diakibatkan oleh masalah karyawan.

Maksudnya begini, usaha anda bisa maju bila anda mempunyai karyawan yang handal dan dapat dipercaya sedangkan sebaliknya usaha anda bisa hancur bila karyawan anda tidak bisa diandalkan.

Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya usaha anda yang mengerjakan adalah karyawan anda. Memang anda bisa mengerjakan sendiri, jika demikian berarti usaha anda masih dalam skala kecil dan baru rintisan tetapi jika sudah berkembang tentu harus karyawan yang mengerjakan.

Bukannya kalau usaha lagi sepi order bukan disebabkan oleh karyawan ?

Memang secara langsung kelihatannya tidak tetapi secara tidak langsung bisa ada hubungannya dengan karyawan anda. Apakah anda mengetahui kalau mereka yang biasa order ke tempat anda itu tidak mau balik lagi order karena tidak suka dengan karyawan anda. Apakah anda mengetahui kalau bagian sales atau yang mencari order itu sebenarnya tidak kompeten sehingga order berkurang. Apakah anda mengetahui bahwa sepinya order karena pekerjaan lama akibat dari kinerja karyawan anda.

Jadi anda tidak boleh langsung menyalahkan kalau order sepi itu memang pasar lagi lesu tetapi masih bisa diatasi dengan mencari masalah di internal terutama yang terkait dengan masalah karyawan anda.

Tidak sedikit perusahaan mampu mempunyai puluhan cabang di kota lain karena memang kehebatan karyawan dan kelihaian yang punya dalam mengendalikan usaha dan sebaliknya berapa banyak kejadian usaha yang sudah punya karyawan ratusan bahkan ribuan terpaksa harus menutup usaha.

Dari gambaran di atas mengertilah kita bahwa sebelum membangun suatu usaha maka anda harus memikirkan masak-masak masalah karyawan ini. Jangan sampai banyak karyawan hanya menambah beban operasional usaha sehingga anda tidak bisa melanjutkan usaha.

Prinsip yang perlu anda pegang adalah tambah karyawan bila benar-benar diperlukan dan karyawan yang sudah ada membunyai pekerjaan yang jelas dan efisien. Gunakan cara-cara sederhana yang lebih efisien sehingga dapat mengurangi tenaga kerja.

Misalnya anda saat ini mempunyai 4 karyawan, coba diteliti apakah ke-4 karyawan tersebut beban kerjaan sudah merata, sudah efisien kerjanya sebelum menambah lagi dengan orang yang ke-5.

Bila anda belum memulai usaha maka anda belum merasakan bagaimana sulitnya mencari karyawan itu yang sebenarnya. Dalam prakteknya tidak mudah untuk mendapatkan karyawan terbaik karena di sisi lain tuntutan mereka juga biasanya lebih tinggi. Tetapi yang terkadang menyakitkan adalah anda telah mendidik karyawan sehingga menjadi pintar setelah itu mereka keluar dan bekerja di tempat pesaing anda.

Inilah rumitnya mengelola sumber daya manusia tetapi apapun alasannya keherhasilan usaha anda juga tergantung dari sumber daya manusia ini.

Kalau begitu bagaimana caranya untuk mendapatkan karyawan dengan kualitas terbaik. Berikut ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan terutama untuk usaha Micro dan UKM.

1. Ada Pilihan

Anda mencari karyawan karena disodorkan teman, tetangga, kerabat dan anda tidak bisa menolak artinya memang tidak ada pilihan. Oleh karena itu anda harus terima bagaimanapun buruknya kinerja mereka nanti karena memang anda tidak bisa menolak.

Oleh karena itu untuk mendapatkan karyawan yang terbaik harus ada pilihan. Untuk satu posisi bisa anda pilih minimal tiga kandidat sehingga anda bisa memilih mana yang terbaik diantara mereka.

2. Masalah Keluarga Berhubungan Langsung Dengan Kinerja

Bila anda menjalankan usaha UKM maka anda akan merasakan bahwa masalah keluarga si karyawan banyak mempengaruhi kinerja mereka.

Oleh karena itu pada saat merekrut mereka anda perlu teliti juga kondisi keluarga mereka bagimana orang tuanya, saudara-saudaranya. Jika si calon karyawan ini menjadi tulang punggung keluarga maka biasanya akan banyak masalah dengan pekerjaan.

Misalnya bagaimana ?

Seperti anda ketahui bahwa anda pelaku usaha UKM tentu saja hanya mampu menggaji maksimal sesuai dengan UMR. Sedangkan sebagian besar mereka yang menerima UMR kondisi ekonominya adalah kelas bawah sehingga ini yang akan terjadi.

Orang tua sakit tidak masuk karena harus mengantar ke rumah sakit, sering begadang kurang tidur akhirnya sering tidak masuk, mau masuk kehabisan ongkos, ada masalah keluarga kerjaannya melamun akhirnya banyak yang salah, dinasehati untuk perbaikan masuk kuping kiri keluar kuping kanan, tidak masuk karena punya motor perlu diservice, masuk angin sedikit tidak masuk kerja dan seribu alasan lain sehingga dengan mudahnya mereka tidak masuk kerja.

Karakteristik sebagian besar pekerja UKM adalah sedikit mempunyai rasa tanggungjawab terhadap pekerjaannya. Bila melakukan kesalah sulit sekali untuk melakukan perubahaan. Jadi mereka rata-rata kurang profesional dan sedikit ada masalah pribadi atau keluarga mereka tidak masuk.

Memang itulah kendala memperkerjakan mereka selevel UMR atau di bawahnya karena di satu sisi pengusaha juga sulit untuk menaikan gaji mereka karena akan menambah biaya oprasional yang menyulitkan pengusaha untuk menjual produknya.

Oleh karena itu banyak kita saksikan kalau ada kenaikan UMR banyak perusahaan yang karyawannya ribuan tidak mampu lagi menggaji mereka, ada juga yang mem-PHK sebagian karyawan atau bahkan tidak kuat menggaji mereka. Contoh yang belakangan ini terjadi, banyak perusahaan di Batam yang tutup karena tidak mampu lagi menghadapi situasi yang sulit ini.

Coba anda bayangkan kalau punya karyawan 1.000 orang kemudian ingin naik gajinya 500 ribu ini berarti menambah biaya operasional usaha sebesar 500 juta setiap bulannya sedangkan disisi lain bukan berarti setelah UMR naik terus kinerja karyawan menjadi naik. Tetap saja kinerja mereka  tidak ada perubahan sehingga yang akan terjadi adalah menurunnya keuntungan perusahaan. Bila untung perusahaan tidak sampai 500 juta sebulan berarti dengan kenaikan UMR tadi akan membuat minus usaha yang berujung pada ketidak mampuan pengusaha untuk melanjutkan usahanya.

Oleh karena itu masalah karyawan juga merupakan masalah krusial yang perlu anda perhatikan dalam merintis usaha karena di tangan mereka bisa menyebabkan maju mundurnya usaha anda.

3. Jumlah Karayawan Hanya Sesuai Kebutuhan

Jangan sampai anda diangagp pengusaha yang sukses karena mempunyai banyak karyawan. Anda harus berpikir jaman sekarang yang terjadi sebaliknya. Misalnya anda usaha dengan omset 1 milyar dalam sebulan tetapi anda memerlukan karyawan sampai 50 orang tetapi ada usaha lain yang beromset sama 1 milyar tetapi hanya membutukan 10 karyawan. Nah, anda tahu bedanya bukan ? Apa yang membuat mereka lebih efisien dibandingkan dengan yang lain : bisa jadi jenis usahanya, bisa jadi cara kerjanya, bisa jadi kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian ukuran keberhasilan suatu usaha tidak diukur berdasarkan jumlah karyawan tetapi seberapa besar keuntungan anda setiap bulannya.

4. Hindarkan Punya Karyawan Sekelompok Teman

Anda sebagai pelaku usaha misalnya awalnya anda mempunyai 1 karyawan, kemudian anda menambah lagi 2 karyawan dari temannya, kemudian 3 karyawan dari temannya juga dan seterusnya katakan 4 orang berteman. Ada masalah utama yang akan terjadi adalah mereka jika melakukan kesalahan saling menutupi dan jika berhenti nisaya akan berhenti semua. Jadi usahakan mencari karyawan satu sama lain tidak berdasarkan pertemanan karena bisa membahayakan usaha anda. Memang diawal mendirikan usaha jika anda mencari karyawan berdasarkan pertemanan akan lebih mudah mendapatkannya dibandingkan dengan mencari orang lain tetapi dibelakang itu ada dampak buruk yang mengintai anda.

 

 

 

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.