Managemen Produsen Sprei

Setiap bisnis apapun yang akan kita lakukan sebaiknya menerapkan prinsip managemen dalam pengelolaannya agar usahanya dapat berjalan dengan baik dan terkontrol. Para pelaku usaha besar sudah pasti menerapkan ilmu managemen tersebut dalam operasionalnya namun bagi usaha kecil dan menengah masih banyak yang belum menerapkan. Penerapan prinsip managemen yang terlalu kaku juga kurang efektif karena kurang memberikan keluasaan bagi karayawan dalam improvisasi. Pada dasarnya prinsip managemen itu banyak memberikan aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi, jika rambu-rambu terlalu kebanyakan maka jalannya tidak akan efektif.

Demikian halnya dengan usaha sprei yang sekalipun sudah besar tetapi jika tidak menerapkan prinsip managemen secara benar maka beberapa hal berikut ini akan terjadi akibat salah pengaturan managemennya, diantaranya :

1. Pesan Sprei tetapi selesainya lebih dari seminggu bahkan ada yang lebih dari satu bulan, padahal jika dikerjakan dengan benar hanya memerlukan waktu 3-4 hari saja dengan asumsi banyak pesanan dengan tenaga kerja yang terbatas. Jika sprei dikerjakan sendiri mungkin hanya hitungan jam bisa selesai.

Penyebab Masalah : Kesalahan ini terjadi karena tidak adanya pengaturan order yang benar dan jumlah penjahit tidak sebanding dengan order yang masuk.

Solusi : Perbaiki administrasi order, usahakan order yang masuk duluan dikerjakan terlebih dahulu seperti sistem antrian, jumlah karyawan disesuaikan dengan load pekerjaan, usahakan bahan dan perlengkapan jahit selalu ada.

2. Stock Sprei Menumpuk

Kita bisa saksikan banyak produsen sprei yang mempunyai stock sprei dan bed cover menumpuk akibat dari kesalahan pengaturan order. Benar meskipun sprei dan bed cover tiak akan busuk namun jika stock sprei tersebut merupakan motif lama dan nantinya motif ini tidak akan datang lagi maka dapat dipastikan stock sprei tersebut nantinya akan menjadi stock mati karena susah dijual.

Penyebab Masalah : Pada saat order tidak diatur dengan baik, bayangkan konsumen bisa order hanya dengan menggunakan DP yang kecil bahkan bisa tanpa DP kemudian pada saat spreinya sudah jadi konsumen tersebut tidak mengambil orderannya dengan alasan membuatnya spreinya terlalu lama sehingga pengguna membatalkan diri. Penyebab yang lain karena adanya kualitas jahitan yang kurang bagus akhirnya pembeli mengembalikan kepada produsen sprei.

Solusi : Pencatatan Order diusahakan tidak secara manual melainkan dengan menggunakan komputer untuk memudahkan pengecekan. Usahakan membayar kontan di muka dan bila terpaksa menerapkan DP maka DP-nya disyaratkan sebesar mungkin kalau bisa di atas 50% sehingga pihak pembeli tidak akan main-main dalam hal ini.  Pada saat orderan tidak diambil maka segera hubungi pembeli untuk mencari jalan keluarnya dan tidak dibiarkan menjadikan stock sprei yang mati.

3. Banyak masalah dengan Kualitas Sprei

Masalah kualitas sprei diantaranya : Jahitan tidak rapih, matching sambungan kurang bagus terutama untuk bahan yang bergambar, jumlah sarung bantal dan sarung guling tidak sesuai dengan ketentuan, ada sarung bantal atau sarung guling yang terselip warna lain, paduan warna tidak sesuai dengan gambar dan masih banyak lagi.

Penyebab Masalah : Masalah kualitas pengerjaan sprei yang kurak baik banyak disebabkan oleh tenaga pemotong dan penjahit yang kurang teliti dan kurangnya kontrol dari pihak managemen.

Solusi : Kumpulkan informasi tentang masalah kulitas pengerjaan sprei ini dari para pelanggan kemudian pihak managemen menganalisa kenapa hal ini bisa terjadi dengan karyawannya dan menerapkan pengecekan yang ketat terhadap sprei dan bed cover yang akan di packing.

4. Banyak Admin yang tidak mengenal bahan dan seluk-beluk sprei

Banyaknya tenaga admin terkadang tidak menjamin bahwa konsumen terlayani dengan baik karena banyak sekali admin namun bekerjaannya hanya bercanda. Jika ditanya sesuatu kebanyakan tidak tahu dan yang mengetahui tentang orderan dan seluk beluk sprei hanya orang-orang tertentu saja. Konsumen akan kesal jika para adminnya tidak ramah dan banyak yang tidak mengerti apa-apa tentang sprei dan bed cover yang dijual.

Penyebab Masalah : Pengaturan tugas dan kewajiban para admin yang kurang jelas, seluk-beluk sprei dan bahan tidak dimengerti.

Solusi : Tulis dan terapkan secara baik job deskripsi setiap divisi kemudian selalu berikan pengarahan dan pengajaran secara berkala tentang ilmu pengaturan order dan juga seluk-beluk sprei sehingga semua orang ilmunya merata sesuai dengan job deskripsi yang telah ditetapkan.

4. Penjualan Bahan Sprei lebih besar dari pada Penjualan Sprei

Inilah indikasi bahwa produsen sprei tersebut membuat spreinya terlalu lama sehingga pihak pembeli terpaksa hanya beli bahan untuk dibuatkan sprei pada orang lain.

Penyebab Masalah : Kualitas jahitan kurang rapih dan pengerjaannya terlalu lama.

Solusi : Benahi sistem penjahitan untuk mempercepat proses pembuatan sprei dan kontrol kualitas sprei.

 Telah kita sajikan beberapa akibat bagi produsen sprei apabila tidak menerapkan prinsip managemen secara baik yang pada saatnya nanti bisnis spreinya bisa merugi dan akhirnya tutup. Untuk itu jika anda mengalaminya segera lakukan evaluasi dan perbaikan. Semoga Berhasil !

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.