Menyikapi Kendala Dalam Bisnis Sprei

Namanya juga usaha pasti ada saja kendala yang harus dipecahkan agar usahanya tetap eksis. Secara umum saat ini terutama mulai tahun 2017 ini kalau kita amati hampir semua bisnis kecuali infrastruktur mengalami kesulitan karena daya beli masyarakat turun akibat dari pertumbuhan ekonomi yang mengalami stagnasi.

Dengan adanya penurunan daya beli masyarakat maka berimbas pada permintaan akan kebutuhan hampir semua jenis barang dan jasa cenderung menurun sedangkan satu sisi jumlah pelaku usaha akan semakin bertambah sehingga akibatnya tingkat persaingan akan semakin ketat.

Gambarannya begini, misalnya dulu dalam satu kampung yang penduduknya sekitar 1.000 orang rata-rata membutuhkan sprei dalam satu tahun sebanyak 1.000 sprei kemudian pada saat itu penjual sprei di kampung tersebut cuma satu orang. Makanya penjual sprei tersebut mampu menjual sprei sebanyak 1.000 buah dalam waktu satu tahun. Tetapi dengan adanya daya beli masyarakat yang merosot sampai 40% artinya tadi yang membeli sprei dari 1.000 buah menjadi 600 buah setahun dan itupun muncul pedagang sprei baru sehingga dalam satu kampung tersebut ada dua pedagang sprei akibatnya masing-masing pedagang hanya kebagian 300 sprei. Jadi bisa dibayangkan bisnis menjadi merosot tajam mengalami penurunan omset hampir 70%.

Jika penurunan omset cukup besar maka usaha tersebut pasti akan gulung tikar tidak mengenal jenis usaha kecil atau besar. Bisa anda saksikan usaha kelas kakap seperti matahari, lotus, seven eleven dan masih banyak deretan usaha berskala besar  mengalami kebangkrutan. Jadi penurunan omset yang tajam sehingga tidak mampu menutup biaya operasional yang menyebabkan mereka tidak mampu untuk melanjutkan usahanya.

Itu tadi bicara kendala usaha secara umum untuk saat ini lebih disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun dan semakin ketatnya persaingan makanya banyak calon pengusaha yang menahan diri untuk tidak investasi dalam bisnis karena resiko bisnis saat ini cukup besar akhirnya uang mereka hanya disimpan di bank.

Nah, hal ini juga terjadi untuk usaha sprei kendala saat ini yang dihadapi selain daya beli masyarakat yang sedang menurun juga persaingan usaha yang semakin ketat. Apalagi usaha sprei online mungkin hampir setiap hari muncul calon usahawan baru karena memang jenis usaha online ini yang paling ringan modalnya dan memungkinkan seseorang untuk bisa memulai usaha hari ini juga.

Berikut kendala dalam bisnis sprei yang perlu anda ketahui agar anda lebih memahami kendala tersebut untuk dapat diminimalisir jika anda memang serius ingin terjun di bidang sprei :

1. Masalah Produksi

Membuat sprei bisa dilakukan dalam skala home industri karena memang tidak membutuhkan teknologi tinggi dan keahlian menjahit yang terlalu rumit. Biasanya masalah akan muncul bagi pengusaha awal yaitu ketika menentukan akan memproduksi sprei sendiri atau dimakloonkan ke orang lain. Jika diproduksi sendiri maka syaratnya adalah order sprei harus ada setiap hari dan dalam jumlah yang mencukupi untuk dikerjakan oleh para penjahit.

Jika anda ordernya belum stabil maka memutuskan untuk menjahit sprei sendiri adalah kurang tepat karena penjahit yang telah anda pekerjakan nanti akan kabur bila order pekerjaan belum stabil alasannya mereka bekerja berdasarkan borongan. Mereka merasa rugi jika pekerjaan belum stabil sehingga mereka akan mencari pekerjaan di tempat lain yang ordernya lebih stabil.

Andaikata order sprei anda juga sudah cukup stabil maka masalah berikutnya adalah mencari penjahit yang penuh tanggungjawab, itu bukan merupakan persoalan mudah. Bila anda kurang percaya boleh menanyakan kepada mereka yang mempunyai konveksi sprei atau konveksi baju dan butik bagaimana sulitnya mengatasi penjahit.

Mereka belum bisa menjahit sprei kemudian kita ajari sampai bisa tetapi jika sudah bisa maka mereka dengan mudahnya pergi meninggalkan kita. Kenapa mudah ? karena mereka biasanya mempunyai jaringan pertemanan melalui FB atau WA diantara para penjahit yang terus melakukan komunikasi dan bila disuatu tempat lagi sepi maka mereka langsung pergi ke tempat kerja temannya yang pekerjaannya lagi ramai.

Jadi sebelum anda membuka sendiri konveksi sprei pastikan bahwa anda mempunyai penjahit yang dapat diandalkan dan tidak mudah meninggalkan anda, bisa jadi karena mereka tinggal berkeluarga di daerah anda tetapi jika penjahit tersebut keluarganya tinggal di kampung maka anda harus siap-siap kecewa ditinggalkan mereka. Mereka akan begitu mudah pulang kampung dan juga tidak kembali lagi.

Disamping masalah penjahit anda juga dihadapkan pada masalah tukang potong, tukang obras dan tukang lipat sprei. Idealnya 1 orang tukang potong dapat melayani dua atau tiga orang penjahit. Sebagian besar penjahit tidak mau kalau sekalian memotong bahan sedangkan jika anda khusus menggaji tukang potong bisa jadi ongkos terlalu mahal sehingga anda mengalami kerugian dalam menjalankan  produksi.

Jadi menurut pengalaman kami idealnya adalah ada dua orang penjahit yang dilayani oleh 1 orang tukang potong sekaligus sebagai tukang obras dan tukang lipat. Jika ada tiga orang penjahit atau lebih maka 1 tukang potong tadi terlalu berat kerjanya tetapi jika 1 orang penjahit dan 1 orang tukang potong maka biaya operasioanl terlalu besar.

Dengan cerita tadi maka anda yang belum berpengalaman dalam membuka konveksi harus mulai hitung-hitungan mampukah anda mencari order untuk minimal menghidupi 2 penjahit dan 1 orang tukang potong ? Jika tidak maka anda akan mengalami kesulitan dalam menjalankan  usah konveksi anda.

Solusi lain adalah anda kerjakan makloon di konveksi lain, anda akan terbebas dari masalah-masalah penjahit dan tukang potong tetapi anda mengalami masalah dengan waktu produksi yang tidak sesuai dengan harapan anda. Hal ini perlu dimaklumi karena anda mengerjakan di konveksi lain dan konveksi tersebut pekerjaannya tidak hanya dari orderan anda akibatnya harus rela mengantri sesuai dengan beban pekerjaan yang ada.

Semua ini kami ceritakan agar anda jangan sampai salah langkah dalam memulai usaha sprei, mentang-mentang punya modal langsung beli mesin jahit untuk membuat konveksi tanpa memperhitungkan kemampuan order dan sumber daya manusia yang mendukung usaha anda yang akhirnya usaha anda akan gagal dan investasi anda akan hilang.

2. Tingkat Kesalahan Besar

Kelihatannya memang sederhana hanya membuat sprei tetapi tingkat kesalahan dalam pembuatan cukup besar. Berikut ada beberapa hal yang menyebabkan kesalahan dalam pembuatan sprei.

  1. Beda Tinggi, banyak sprei dengan ketinggian yang tidak standard, ada yang 20 cm, 25 cm, 30 cm dan seterusnya. Namanya juga manusia sering sekali terjadi kesalahan potong karena dikerjakan satu per satu yang sangat tergantung pada kondisi kejiwaan tukang potong. Jika mereka sedang banyak masalah maka tingkat kesalahan akan meningkat dan sebaliknya.
  2. Beda Motif, berhubung banyak sekali motif yang dikerjakan maka tidak menutup kemungkinan pada saat packing salah motif akibatnya sarung bantal motif A tertukar dengan motif B. Apakah tidak ada quality control yang memeriksa sebelum dipacking. Kami rasa hampir semua pekerjaan home industri sprei belum mampu untuk menggaji seorang quality control karena volume produksi belum seperti pabrik garmen dalam jumlah yang besar. Jadi quality control diserahkan sepenuhnya kepada tukang packing.
  3. Variasi Model, ada permintaan khusus misalnya bantal kuping, sarung bantal dan sarung guling kombinasi, ukuran bantal berbeda, ada yang minta di rempel dan seterusnya. Ini bisa mengakibatkan kesalahan tukang potong dan tukang jahit karena mereka pekerjaannya menjadi tidak standard.

3. Sumber Bahan Baku

Jika produksi anda berdekatan dengan sumber bahan baku maka anda akan mengalami keuntungan ongkos untuk mendapatkan bahan baku tersebut kecil dan juga anda akan lebih mudah untuk mendapatkan berbagai macam motif baru yang bisa menarik bagi konsumen. Tteapi jika produksi anda jauh dari sumber bahan baku maka resikonya adalah ongkos pengadaan bahan baku tersebut menjadi mahal yang akhirnya dapat diatasi dengan menaikan harga jual atau harga jual murah tetapi anda hanya mendapatkan keuntungan yang tipis.

4. Persaingan Bisnis Semakin Ketat

Jika anda sebagai pelaku usaha maka tidak mungkin anda menghindari dari persaingan usaha apapun jenis usaha anda. Kami merasakan semakin tambah tahun semakin ketat persaingan di bisnis online. Agar anda bisa bertahan di situasi pasar yang semakin ketat maka anda harus mempunyai keunggulan dibandingkan dengan pesaing anda. Tetapi untuk mencari keunggulan itu juga tidak mudah karena rupanya pesaing anda juga bisa melakukan akan hal ini. Oleh karena itu perlunya anda terus menggali nilai keunikan yang tidak mudah ditiru oleh pesaing anda.

 

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.