Kenapa Sprei Polos Kurang Laku Untuk Rumah Tangga

Memang belum ada statistik sih tetapi melihat pengalaman selama ini dalam menjual sprei hampir 95% sprei untuk kebutuhan rumah tangga didominasi oleh sprei yang bermotif. Kita menjadi bertanya apa memang tidak cocok sprei polos atau sprei yang tidak bermotif itu digunakan dalam rumah tangga.

Tentu saja tidak cocok kecuali sprei rumah tangga untuk kelas atas dengan menggunakan bahan dobby atau king koil yang biasanya polos atau bermotif salur.

Kenapa sprei polos kurang cocok untuk sprei rumah tangga ?

sprei-polos

Berikut beberapa alasannya :

1. Mudah Kotor

Perlu diketahui bahwa sprei yang ada di rumah biasanya mudah sekali kotor baik kotor akibat debu maupun terkena noda. Aktivitas di rumah dan lingkungan di rumah yang menyebabkan demikian terutama sekali bagi mereka yang mempunyai rumah di pinggir jalan raya yang pintu depannya sering dibuka sehingga debu dengan leluasa masuk kedalam ruangan rumah.

Nah, dengan banyaknya debu yang masuk kedalam rumah otomatis akan banyak beterbangan dan sebagian masuk kedalam ruang tidur yang kebetulan pintunya sering anda buka. Kotorang debu tadi jika bercampur dengan keringat pada saat anda tidur maka akan bisa menimbulkan bekas kotoran pada sprei. Hal ini akan mudah terlihat jika anda menggunakan sprei polos.

Kegiatan di rumah juga demikian, anda sering melakukan aktifitas yang menyebabkan sprei akan cepat kotor misalnya anda tidur dalam keadaan tidak mandi, anda sering membawa makanan ke tempat tidur, anda melakukan kegiatan di tempat tidur dengan membawa barang-barang yang kebetulan kotor. Bila sprei polos maka semua kotoran dan noda tadi akan langsung membekas pada sprei.

Oleh karena itu sprei rumah tangga yang paling disukai adalah yang bermotif agar kotoran dan noda tidak kelihatan meskipun sebenarnya kotor.

2. Kurang Nilai Seni

Sprei polos memang yang dikejar adalah terkesan bersih dengan mengabaikan nilai seninya.

Atas dasar kebersihan ini, baca  : Kenapa Sprei Hotel Berwarna Putih

Jadi sprei polos terutama yang berwarna putih banyak digunakan untuk berikut ini tetapi kurang cocok untuk di rumah tangga.

  1. Sprei Hotel
  2. Sprei Rumah Sakit
  3. Sprei Kost-kostan
  4. Sprei Apartmen
  5. Sprei Mes
  6. Sprei Pembantu
  7. Sprei untuk Manula
  8. Sprei untuk Bayi
  9. Sprei Kamar Mewah

Dengan demikian sprei polos kurang menggambar nilai seni yang tercermin dalam motif sprei. Para produsen sprei setiap tiga bulan sekali mereka mengeluarkan motif-motif baru dengan tujuan agar motif yang baru tersebut disukai oleh masyarakat.

Motif-motif tadi menggambarkan karya seni yang baik, jika motifnya kurang baik maka tidak laku di pasaran. Kemampuan para produsen kain sprei untuk membaca pasar dan mengikuti motif yang lagi tren di pasaran merupakan nilai tambah agar usahanya terus maju.

3. Harus Sering Dicuci

Nah bila anda mempunyai sprei polos dengan warna cerah maka bila kena kotoran atau debu langsung kelihatan maka anda buru-buru ingin segera mencuci sprei tersebut. Lain halnya dengan anda yang menggunakan sprei bermotif maka jika kena debu atau kotoran tidak mudah terlihat sehingga anda tidak buru-buru mencucinya.

Bila anda malas untuk sering mencuci sprei maka mempunyai sprei polos tentu suatu hal yang menyebalkan. Lain halnya jika anda mempunyai sprei bermotif maka bila ada kotoran atau noda tidak begitu kelihatan sehingga anda tidak harus sering mencuci sprei.

Memang berbeda dengan Sprei Hotel atau Apartemen yang mereka kejar adalah kesan bersihnya bukan nilai seninya sehingga meskipun sudah tahu sprei polos harus sering dicuci tetapi ini merupakan aturan umum yang tidak tertulis dari dulu hingga sekarang bahwa sprei hotel harus berwarna putih tetap mereka lakukan.

4. Tidak Bervariasi

Dari dulu hingga sekarang yang namanya sprei polos ya tidak jauh dari warna dasar misalnya merah, hijau, biru, putih.

Tentu bagi anda yang ingin melihat suasana ruangan yang menarik mesti diisi dengan sprei yang bermotif menarik sesuai dengan kesukaan anda. Bila sprei polos ada kecenderungan suasana jadi monoton jika anda harus tidur setiap hari menggunakan sprei polos karena memang variasi warna ya gitu-gitu aja dari dulu sampai sekarang.

5. Sulit Menyamakan Warna Yang Persis

Sprei polos boleh dibilang serupa tapi tidak sama, kenapa demikian ?

Misalkan dalam membuat bahan sprei sekalipun dalam pabrik yang sama sulit untuk mendapatkan warna sprei yang persis untuk lot produksi yang berbeda. Misalnya dalam 1 lot produksi terdiri dari 3.000 meter kain menggunakan campuran untuk menghasilkan warna polos biru muda. Nah, kemudian komposisi campuran warna tadi digunakan untuk lot produksi berikutnya maka dapat dipastikan bahwa warna polos biru muda yang dihasilkan oleh lot produksi 1 dan 2 tadi tidak sama persis. Oleh karena itu jika anda beli kain untuk warna polos yang sama dari merk kain yang sama pula tetapi beda gulungan bisa jadi tidak persis. Ini disebabkan oleh lot produksi yang berbeda.

Makanya jangan heran bila anda membuat sprei warna polos misalnya biru muda kemudian ternyata anda kekurangan bahan kemudian anda mencoba beli lagi yang berbeda gulungan ada kemungkinan warna tidak sama persis.

Nah, untuk sprei bermotif sebenarnya juga begitu antara gulungan kain yang satu dengan gulangan kain yang lain bila lot produksinya berbeda maka bisa jadi warna tidak persis sama, hanya kalau sprei bermotif perbedaan ini tidak akan kelihatan karena tertutupi oleh motifnya.

Atas dasar beberapa alasan di atas makanya sejak jaman dahulu hingga sekarang bahkan mungkin di masa yang akan datang sprei polos kurang diminati untuk digunakan dalam rumah tangga tetapi yang paling diminati sprei untuk rumah tangga adalah sprei bermotif yang mengikuti trend terbaru.

Kejadian ini tentunya merupakan tantangan bagi para produsn kain sprei untuk selalu menciptakan karya seni lewat motif-motif yang disukai pasar karena masyarakat biasanya akan tertarik membeli sprei berdasarkan motifnya baru kemudian melihat harga dan kualitas bahan.

Bagi produsen kain sprei yang tidak mampu menciptakan motif yang bagus maka dengan sendirinya mereka akan kalah bersaing dengan para produsen yang rajin membuat motif baru dan bagus-bagus.

Tentu saja membuat sprei dengan motif beraneka ragam tidaklah mudah karena ini terkait dengan skala produksi. Tetapi caranya harus dilakukan secara bertahap dan pilihlah dalam tahap awal motif yang benar-benar laku di pasaran.

 

This entry was posted in Motif Sprei. Bookmark the permalink.