Kapan Waktunya Ganti Sprei dan Bed Cover

Pernahkah kita berpikir sejenak tentang sprei dikaitkan dengan kesehatan ?

Tentunya kita sadari bahwa orang dewasa sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur ya kira-kira perlu 5-8 jam sehari di tempat tidur, apalagi jika masih anak-anak tentu lebih lama lagi waktunya bisa 10-12 jam sehari. Nah, ketika kita sedang tidur maka kulit kita akan mengeluarkan sel-sel mati yang menempel pada sprei sebagai makanan yang menyuburkan kutu yang hidup di dalam kasur. Disamping sel kulit yang telah mati tersebut juga banyak kotoran yang menempel pada Sprei dan Bed Cover misalnya saja debu, keringat yang kita keluarkan ketika tidur, air liur, nanah, darah yang bila kebetulan anda luka dan bekas kencing anak kecil, bahkan bekas makanan karena sering makan di tempat tidur. Hayo pada ngaku ? Dilihat dari sisi kesehatan maka di sprei ini bisa jadi merupakan salah satu sumber penyakit yang perlu diwaspadai karena hal-hal tersebut di atas, semuanya merupakan potensi besar timbulnya bakteri atau kuman maupun kutu yang mengganggu kesehatan kita. Oleh karenanya perlu melakukan pencegahan terhadap kuman penyakit ini pada Sprei dan Bed Cover, Sarung Bantal, Sarung Guling secara rutin.

Jika demikian halnya lalu bagaimana untuk mencegahnya ?

Untuk mencegahnya hindarkan kebiasaan tidak bagus misalnya makan di tempat tidur, lingkungan kamar tidur yang selalu dijaga kebersihannya serta yang paling utama adalah menjaga kebersihan Sprei¬† dan Bed Cover, Sarung Bantal, Sarung Guling dan apa saja yang ada di tempat tidur. Menjaga kebersihan sprei dapat dilakukan dengan cara mencuci sprei secara rutin. Tidak ada ukuran yang pasti yang dimaksud “rutin” ini, bisa juga seminggu sekali, dua minggu sekali bahkan bisa juga sebulan sekali tergantung dari kondisi tempat tidur masing-masing. Jika tempat tidur tidak pakai AC biasanya cepat kotor karena ruangan sering dalam keadaan terbuka sehingga banyak debu yang masuk kedalam ruangan dan sebaliknya untuk ruangan yang ber-AC biasanya kebersihan lebih terjaga. Jika memungkinkan maka cucilah sprei sesering mungkin agar kotoran dan kuman yang menempel dapat hilang sehingga tidak menimbulkan penyakit. Agar lebih efektif dalam menghilangkan kotoran dan kuman penyakit maka cara mencuci sprei sebaiknya direndam dengan air hangat dan detergen beberapa saat sekitar sepuluh menit baru kemudian dicuci. Fungsi dari air hangat ini adalah untuk membantu melunturkan kotoran yang menempel pada sprei. Disamping sprei, sarung bantal, sarung guling dan bed cover ¬†juga sebaiknya sekalian di cuci karena jika sprei dicuci namun yang lain tidak dicuci maka bakteri yang menempel pada Sarung Bantal, Sarung Guling dan Bed Cover dapat menjalar ke sprei. Jika sprei sudah kumal maka perlu ganti sprei yang baru agar ruangan lebih fresh.

Kasur, Sarung Bantal dan Sarung Guling juga sekali-kali perlu dijemur agar kena sinar matahari karena kondisi lembab bisa menyebabkan sarang bakteri.

Namun jangan salah kaprah, mentang-mentang ingin selalu menjaga kebersihan tempat tidur sering sekali sprei dicuci padahal sebenarnya masih bersih. Selain boros biaya mencuci juga warna sprei akan lekas pudar jika terlalu sering dicuci. Jadi yang wajar saja, saat sudah mulaia terasa gatal-gatal segera cuci agar kuman penyakit tidak mengganggu kulit.

Itulah yang perlu diwaspadai tentang perlunya menjaga kebersihan di tempat tidur agar terhindar dari penyakit yang terkadang kita tidak menyadarinya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Setuju !

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.