Jual Sprei Bekasi

Dengan adanya perkembangan bisnis online saat ini maka penyebaran produsen sprei setingkat home industri semakin merata. Tadinya lebih terpusat di daerah Cipadu Tangerang tetapi saat ini sudah merambah ke daerah Bekasi, Depok dan daerah lain di sekitar Jakarta.

Penyebaran home industri sprei ini terlihat dari orang sudah mulai jarang membeli sprei jadi di daerah Cipadu dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Mereka kebanyakan membeli bahan sprei sehingga kemungkinan akan dibuat sprei sendiri baik secara individu maupun untuk skala home industri. Jadi dari perilaku konsumen ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuat sprei lebih tersebar menjadi banyak home industri. Disamping itu juga kita lihat saat ini jarang home industri yang berkapasitas besar di daerah Cipadu katakanlah mempunyai penjahit lebih dari 10 penjahit, melainkan menjadi lebih kecil dari itu katakanlah maksimal 5 penjahit. Sisa penjahit kemana ? tentu mereka bekerja ke home industri yang lain.

Kenapa perilaku ini berubah tidak seperti lima tahun yang lalu, ya penyebabnya adalah karena banyak orang yang membuka toko online sprei dan sekaligus sebagai produsen sprei seperti dillashop.com ini. Pada saat belum jaman online seperti sekarang ini maka banyak konsumen yang membeli sprei  di toko sprei offline akibatnya banyak penjualan sprei di setiap toko sprei  tersebut. Dampaknya tentu kebutuhan sprei  di setiap toko sprei besar sehingga beberapa produsen sprei yang menguasai pembuatan sprei untuk banyak toko sprei harus menyiapkan banyak penjahit untuk menangani order ini. Bagi konveksi yang besar bisa menampung lebih dari 10 penjahit dan jika rata-rata 1 penjahit bisa menghasilkan 20 sprei setiap hari berarti setiap hari bisa memproduksi minimal 200 sprei.

Jaman online mengubah ini semua, penjualan sprei di toko sprei offline secara bertahap semakin menurun sehingga toko sprei yang minta jasa pembuatan sprei di produsen sprei atau konveksi sprei juga ordernya semakin menurun. Sudah mulai jarang kita temukan konveksi sprei yang melayani untuk penjualan di toko offline bisa menghasilkan 200 sprei karena memang permintaan akan sprei sudah semakin berkurang, konsumennya beralih belanja ke toko sprei online.

Bukti ini semua apa ?

Buktinya adalah seharusnya kebutuhan sprei semakin hari semakin bertambah karena bertambahnya jumlah penduduk dan perubahan pola permintaan konsumen. Pertama, di toko sprei offline penjualan semakin berkurang padahal secara keseluruhan kebutuhan sprei seharusnya terus bertambah, lalu mereka belanja sprei kemana ? tentu ke online, bukan ? Kedua, saat ini bagi konveksi sprei yang mengandalkan order secara offline kesulitan untuk mencari order karena para pelanggan yang biasa order ke mereka berpindah ke online. Mereka lebih mudah memilih gambar dan motif sprei dan sekaligus harganya lebih kompetitif, ditambah lagi nggak perlu keluar rumah jauh-jauh cukup memesan sprei via online di rumah.

Salah satu daerah yang mulai tumbuh home industri sprei karena kelimpahan order adalah di daerah Bekasi. Tempatnya dimana ? karena kebanyakan mereka melakukan penjualan online sehingga penyebaran tempat koveksi sprei juga merata tidak terpusat di daerah tertentu. Di bekasi kota ada, di bekasi barat ada, di bekasi timur, bekasi utara, bekasi selatan dan seterusnya masing-masing menawarkan dagangan sprei yang sama. Bahan yang mereka dapatkan berasal dari pabrik yang sama hanya beda distributor sehingga mempengaruhi harga jual sprei mereka.

Jadi pada dasarnya jual sprei bekasi relatif lebih sulit dibandingkan dengan daerah tangerang karena di sana dekat dengan para distributor kain sprei. Tetapi karena banyak didukung oleh kekuatan online makanya kelemahan beli bahan yang jaraknya jauh akan tertutupi dengan volume penjualan sprei online yang tinggi setiap harinya. Volume penjualan yang besar akan  mengurangi biaya transportasi dan operasional usaha. Oleh karena itu jarak pembelian bahan yang jauh tidak masalah asalkan volume penjualan sprei cukup besar, katakanlah minimal 50 sprei setiap hari.

Perkembangan penjualan sprei bekasi ini perlu direspon dengan positif karena pasarnya selain di daerah bekasi sendiri juga menjangkau ke seluruh pelosok tanah air.

Untuk mendukung penjualan sprei bekasi secara online tidak dapat dipisahkan peran dari ekspedisi. Jika anda membuka usaha sprei dan bed cover online tentu berbeda dengan jualan obat-obatan dan mainan anak. Penjualan sprei dan bed cover perlu packing dengan volume yang cukup besar sehingga untuk katakanlah lebih dari 5 set lebih efisien jika dikirim dengan menggunakan  pengiriman cargo.

Masalah yang akan dihadapi para pemain sprei online adalah lokasi untuk mengirim cargo itu cukup jauh sehingga mereka memaksakan untuk mengirim katakan dengan ekpedisi reguler JNE atau Tiki yang tentu saja kalau harga cargo banyak ekpedisi lain yang harganya lebih murah.

Jika anda hanya mengandalkan ekspedisi yang sudah terkenal dan jaringan luas seperti JNE dan Tiki maka anda akan kalah bersaing jika harus mengirim barang dengan cargo lebih dari 20 kg.

Itulah kira-kira kondisi usaha sprei online khususnya di daerah bekasi yang jauh dari bahan baku sehingga agar tetapi bersaing harus berupaya supaya volume penjualan tetap besar, jika tidak maka anda akan rugi di biaya pembelian bahan. Posisi tempat usaha anda jika jauh dari agen ekspedisi juga merupakan sisi negatif karena anda mesti mengeluarkan biaya tambahan untuk mengirim barang dari posisi anda usaha sampai ke tempat agen ekspedisi. Semoga informasi ini bermanfaat !

This entry was posted in Sprei Bekasi. Bookmark the permalink.