Hanya ingin menjadi pebisnis

Betapa kehidupan kita sehari-hari diliputi dengan kegalauan karena bagi si pekerja pendapatan segitu-gitu aja habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan tekor “besar pasak dari pada tiang”. Inipun yang masih bekerja, coba kita bayangkan yang tidak punya pekerjaan tetap apa ndak dibuat pusing tujuh keliling dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang noatbene semua harga kebutuhan semakin hari semakin naik. Oleh karena itu kami yakin hati kecil setiap orang menginginkan gimana ya cara mencari uang yang mudah sehingga seperti orang-orang yang berkecukupan. Akhirnya yang terlintas dalam benak pikirannya adalah berbisnis. Tapi bisnis apa ya…. segala macam informasi dibaca, dipelajari kisah-kisah orang yang sukses berbisnis, ilmu berbisnis dipelajari dengan mengikuti berbagai seminar, buku-buku tentang bisnis semua sudah dibacanya, semua perkumpulan bisnis diikuti, forum-forum bisnis tidak ketinggalan nah istilahnya kalau mau perang semua senjata untuk perang sudah dimiliki namun tidak pernah berperang. Demikian juga cerita tadi semua ilmu dan sarana bisnis sudah dimiliki tetapi tidak pernah praktek bisnis, ini artinya anda “hanya ingin menjadi pebisnis” bukan “menjadi pebisnis”. Orang yang hanya ingin menjadi pebisnis kalau sedikit saja mengalami kendala pada saat memulai bisnis tanpa mencari jalan keluar yang seharusnya langsung menyerah dan putus asa.

Kita sadar bahwa untuk menjadi pebisnis itu tidaklah mudah bahkan boleh dikatakan sulit karena dalam kenyataannya yang berhasil dalam bisnis memang hanya sebagian kecil dari kita paling-paling sekitar 2% dari jumlah penduduk kita karena sebagai pebisnis yang ulung semua ilmu mesti dikuasai dan rintangan yang dihadapi hampir setiap hari yang memerlukan cara untuk mencari solusi agar tidak terulang kembali. Setiap proses bisnis mulai dari set up awal hingga terealisasi selalu timbul permasalahan yang baru sehingga tidak heran jika pebisnis yang handal adalah orang yang mampu mengatasi segala macam masalah yang timbul dengan keahlian dan pengalamannya. Hal ini juga berlaku untuk semua jenis bisnis baik bisnis kecil, menengah maupun besar. Bagi pemula atau orang awam melihat bisnis orang yang sudah sukses kelihatannya enak sekali padahal dibalik kesuksesan tersebut mereka telah mengalami rintangan dan tantangan yang luar biasa dengan tetesan keringat yang sulit dilukiskan. Kebiasaan kita yang selalu melihat kesuksesan orang tanpa memikirkan bagai proses yang mereka jalani mengakibatkan budaya instant. Ingin cepat kaya akhirnya menipu, ingin cepat sukses akhirnya korupsi, ingin cepat berhasil akhirnya menindas orang lain pokoknya yang penting cepat mendapatkan apa yang diinginkan tanpa melewati proses yang susah. Hal ini banyak menggejala di jaman modern seperti sekarang bagaimana orang mencari uang tanpa sedikitpun memikirkan apakah caranya halal atau haram yang penting apa yang dinginkan untuk dapat hidup berkecukupan tercapai. Semua ini mengakibatkan kita menjadi mental tempe yang akat cepat menyerah pada saat mengalami banyak rintangan padahal seperti telah kita uraikan tadi bahwa berbisnis akan banyak rintangan. Untuk itulah perlunya kesadaran diri bahwa jika ingin berbisnis harus melewati proses tidak instant dan iman dipertebal agar selamat untuk menghadapi segala macam rintangan.

Bisnis itu pada intinya hanya 4P : Product, Place, Price dan Promotion

Product : Pastikan produk atau jasa yang mau kita jual berkualitas

Place : Tempat yang strategis jika ingin berjualan offline namun jika online punyai website atau media lain yang menjual

Price : Harganya yang kompetitif kalau bisa paling murah dengan kualitas sama

Promotion : Tanpa promosi yang berkesinambungan bisnis akan mati karena banyaknya persaingan

Kunci berbisnis sebernya hanya 4P tersebut dan untuk kesuksesan sangat tergantung dari action dan pengalaman kita jadi jangan hanya dipelajari namun dipraktekan.

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.