Daftar Harga Sprei

Sebagain besar jika anda ingin beli sprei pertanyaan awal adalah harganya berapa ?

Tujuannya adalah untuk mendapatkan harga semurah mungkin tetapi kualitas bagus. Tidak salah memang hampir semua konsumen maunya seperti itu. Tetapi untuk menentukan harga sprei tidaklah mudah banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga diperoleh harga yang wajar.

Berikut ada beberapa komponen yang mempengaurhi harga jual sprei :

1. Harga Bahan Baku

Harga bahan baku berupa kain untuk membuat sprei. Semua kain sprei berasal dari pabrik pembuatan kain sprei. Dari pabrik kain sprei ini dijual ke para distributor kain yang ada di toko-toko kain sprei. Ada sebagian distributor ini yang sekaligus membuat sprei sehingga mereka bisa mengambil dua keuntungan yaitu keuntungan menjual bahan sprei dan keuntungan membuat sprei. Tetapi karena dua pekerjaan yang berbeda antara menjual bahan sprei dan membuat sprei kalau disatukan tidak memberikan hasil yang optimal sehingga para distributor  yang melakukan demikian tidak banyak.

Bukannya pekerjaan menjual kain sprei merupakan pekerjaan sederhana yang mudah dikerjakan sehingga bisa sekalian membuat spreinya. Sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan, mari kita perhatikan permasalahan yang ada pada penjual bahan sprei.

Pada toko bahan sprei mereka memperkerjakan tukang potong bahan sprei dengan kemungkinan kesalahan yang cukup besar. Diantara kesalahan tersebut dapat kita rinci sebagai berikut :

  • Ketepatan Potong Bahan, mari kita lihat misalkan kita meminta tukang potong untuk memotong kain dengan ukuran 3.5 meter untuk kebutuhan sprei 160 tinggi 20 cm tetapi karena tukang potong tidak mungkin diawasi satu per satu maka akibatnya ada dua kemungkinan mereka bisa melakukan kesalahan. Mereka bisa memotong lebih dari 3.5 katakanlah 3.6 m berarti ada selisih 1 centimer. 1 roll isi 100 meter jika dipotong-potong bisa menjadi lebih 30 kali pemotongan. Bila setiap kali potong selisih 1 cm artinya secara keseluruhan terjadi pengurangan bahan 30 cm. Dengan harga 30 ribu maka akan rugi 0.3 x 30 ribu = 9 ribu rupiah untuk 1 rollnya. Jika ternyata mereka kurang dari 3.5 m  katakanlah 3.3 m akibatnya pembeli bahan akan mengembalikan karena tidak cukup untuk dibuat sprei. Bahan yang dikembalikan tadi otomatis akan digunakan untuk pembeli yang lain dengan ukuran bahan lebih kecil misalnya sprei 120 tinggi 20 cm yang perlu bahan hanya 2.35 m. Jadi ada bahan terbuang 3.3 – 2.35 m = 0.95 m, akibat dari akumulasi masalah seperti ini makanya anda bisa lihat di setiap toko bahan banyak sekali  sisa potongan kain yang tidak bisa dijual lagi. Banyak potongan bahan  dibawah 0.75 m yang akhirnya hanya bisa dijual kiloan yang harganya murah.
  • Kejujuran Tukang Potong, ada sebagian tukang potong yang bekerjasama dengan pembeli kain dengan cara mengurangi jumlah meteran. Misalkan pembeli belanja kain dengan total potongan 20 buah dan seluruh potongan tersebut jika dibuat meteran sebanyak 100 meter katakanlah dengan harga 30.000/m berarti total belanja seharusnya 3 juta rupiah. Tetapi tukang potong tersebut dengan  cara menghitung total meteran hanya 80 meter sehingga total yang dibayar cuma 2.4 juta, jadi ada selisih 600 ribu merugikan pemilik toko bahan sprei. Kemudian pembeli tadi akan memberikan tukang potong sebesar 300 ribu. Dengan cara seperti ini maka pemilik toko rugi 600 ribu, tukang potong untung 300 ribu dan pembeli untung 300 ribu karena seharusnya membayar 3 juta tetapi cuma membayar 2.4 juta ditambah memberi uang ke tukang potong 300 ribu.
  • Kesalahan Potong, sudah jelas pembeli kain minta dipotong kain 3.5 m tetapi karena banyak yang melamun akhirnya dipotong cuma 3 meter. Otomatis kain akan dikembalikan lagi ke toko dan akibatnya toko harus mengganti kesalahan potong tadi sebesar 3.5 m sedangkanyang salah 3 m akan menjadi stock. Akumulasi seperti ini juga menyebabkan sisa potongan bahan menjadi banyak.
  • Kesalahan Motif, berhubung jumlah motif untuk toko yang besar bisa sampai lebih 300 jenis motif sprei sehingga ada saja kesalahan potong dari tukang potong akibat kurang cermat dalam memilih motif untuk dipotong. Akibatnya sama juga pembeli kain akan mengembalikan kain yang salah motif tadi yang akhirnya akan menjadi stock juga.

Dengan masalah-masalah yang telah kami utarakan tersebut  makanya pemilik toko kain biasanya setiap harinya ikut terjun langsung dalam jualan kain, tidak bisa ditinggal begitu saja karena tingkat kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja  banyak sekali padahal keuntungan dari pabrik sprei per meternya tidak seberapa. Makanya mereka para penjual kain skala kecil belum tentu bisa bertahan untuk bersaing dengan penjual skala besar karena keuntungan kecil dan masalah dengan tukang potong cukup rumit.

Itu dari sisi kesalahan potong, belum lagi kerugian jika motif-motif banyak yang tidak terjual karena motifnya kurang laku  di pasar yang mengakibatkan banyak stock yang mati padahal dari pabrik sudah dibayar lunas.

Oleh karena itu banyak masalah tersebut makanya para penjual kain sprei sekarang lebih fokus menjual bahan daripada harus bercampur dengan mengurus pembuatan sprei karena membuat sprei masalahnya juga lebih rumit lagi karena harus mengelola tukang jahit.

Jadi jika produsen sprei sekaligus distributor bahan sprei maka mereka bisa menentukan harga bahan baku yang lebih murah dibandingkan dengan produsen sprei yang mesti beli ke distributor bahan sprei terpisah.

Jika produsen sprei harus membeli ke distributor bahan jaraknya jauh sehingga memerlukan biaya transportasi yang mahal  untuk setiap kali beli bahan maka hanya bisa diatasi jika volume penjualan sudah cukup besar. Bila produksi hanya kecil maka biaya transportasi tidak akan ketutup dengan membeli bahan sprei jarak jauh.

2. Biaya Produksi

Anda sebagai penjual sprei maka bagian produksi bisa anda lakukan sendiri dengan membuat konveksi sprei sendiri atau dikerjakan oleh pihak ketiga atau dimakloonkan. Kedua cara ini bisa anda tempuh tetapi jika anda bisa membuat sprei sendiri maka biaya akan lebih murah tetapi punya kendala yaitu jumlah penjualan sprei anda harus sudah cukup memadai kalau tidak maka para penjahit akan kabur.

Masalah yang biasa dihadapi didalam produksi sprei misalnya sulit mengatur penjahit, jahitan tidak rapih, kesalahan memotong bahan, salah ukuran, salah packing sprei, sulit menyeragamkan kualitas penjahit. Mengatur produksi sprei tentu jauh lebih rumit jika dibandingkan dengan mengatur tukang potong bahan pada toko bahan sprei. Oleh karena itu banyak penjual sprei yang tidak mau ribet dengan urusan produksi, mereka memakloonkan kepada konveksi sprei lain dengan resiko biaya lebih mahal dibandingkan dengan membuat sendiri tetapi tidak dipusingkan dengan urusan produksi.

3. Biaya Operasional

Jika anda menjual sprei online maka anda harus memikirkan juga biaya admin, tenaga operasional, listrik, internet, kebutuhan atk, biaya packing dan transportasi. Anda bisa kalkulasi semua sehingga anda bisa menentukan seberapa banyak tenaga kerja yang membantu anda agar usaha anda masih bisa untung, Tenaga terlalu sedikit anda juga kesulitan menjalankan usaha sedangkan jika terlalu banyak juga tidak efektif karena akan menambah biaya oeprasional anda.

Demikainlah komponen utama yang mempengaruhi biaya pembuatan sprei anda yang pada ujungnya akan berpengaruh kepada harga jual sprei anda.

 

 

 

 

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.