Cara Riset Produk Sebelum Memulai Usaha Online

Bila anda tertarik untuk memulai usaha maka pertanyaan pertama yang harus anda jawab adalah usaha apa ?

Baru kemudian langkah selanjutnya bagaimana merealisasikan usaha tersebut.

Bicara soal usaha apa tentu saja terkait dengan produk atau jasa apa yang akan anda jual atau hasilkan.

Bila anda akan terjun ke bisnis online dengan menjual produk orang lain maka langkah pemilihan produk merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan usaha anda di kemudian hari.

Banyak orang yang usaha onlinenya tidak bisa berkembang bahkan sepi pembeli bisa jadi mereka salah memilih produk dari awal. Artinya produk tersebut memang tidak banyak dicari atau dibeli di dunia online.

Jika demikian maka sekeras apapun usaha anda dalam melakukan usaha untuk menjual produk tersebut akan membawa kesia-siaan karena pasar online kurang membutuhkan produk tersebut.

Jadi langkah awal dalam memilih produk kuncinya adalah harus melakukan riset terlebih dahulu dari awal. Apakah memang produk tersebut laku di pasaran.

Boleh jadi anda ingin menjual produk sesuai dengan hobi anda tetapi sebelum anda teruskan maka riset dulu produk anda tersebut apa benar produk tersebut banyak dicari orang. Jika tidak banak dicari orang maka anda tidak perlu memaksakan diri untuk menjual produk yang sesuai dengan hobi anda.

Jadi di dunia online keberhasilan seseorang bukan terletak pada hobi tetapi mereka pandai memilih produk yang banyak dibutuhkan pasar dan sekaligus pandai memasarkan sesuai dengan target pasar yang telah ditetapkan.

Untungnya google telah menyediakan alat riset gratis yang bisa anda manfaatkan untuk melihat seberapa jauh potensi produk yang akan anda jual.

Untuk memudahkan pemahaman mari kita coba praktekan untuk memilih dua produk antara sprei dan mukena kira-kira seperti apa permintaan di dunia online.

Kita akan coba menggunakan tiga cara yaitu Google Trends, Keyword Planner dan Market Place.

1. Google Trends

Buka halaman : Google Trends

Kemudian klik bagian kiri atas untuk memunculkan pilihan menu kemudian pilih menu “Jelajahi”. Ganti kata bandingkan dengan produk yang ingin anda riset misalnya sprei lalu enter kemudian ulangi lagi dengan mukena dan hapus produk lain yang tidak sesuai. Anda bisa sekaligus membandingkan untuk 5 jenis produk. Tetapi kali ini kita ingin membandingkan dua produk saja antara sprei dan mukena.

Langkah berikutnya adalah pilih negara Indonesia. Kemudian anda pilih jangka waktu penelitian misalnya 12 bulan terakhir (1 tahun terakhir). Biarkan semua kategori dan penelusuran web.

Maka hasilnya akan anda dapatkan sepert ini :

trend-sprei-dan-mukena

Nah dari grafik trend tersebut untuk setahun terakhir kedua jenis produk tersebut pola permintaannya seperti itu. Gambar merah untuk mukena dan gambar biru untuk sprei.

Bahwa permintaan sprei lebih banyak dibandingkan dengan permintaan mukena. Tetapi pada bulan tertentu biasanya bulan haji dan lebaran permintaan mukena meningkat dengan tajam jauh melebihin permintaan sprei. Hal ini bisa anda saksikan pada grafik ada dua puncak seperti gunung yang terjadi pada mukena.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua produk ini banyak permintaan setiap bulannya dan permintaan sprei lebih besar dibandingkan dengan permintaan mukena tetapi bedanya tidak terlalu besar tetapi mukena mempunyai pola permintaan musiman dimana pada musim haji dan lebaran permintaan meningkat dengan tajam jauh melebihi permintaan sprei.

Dengan kondisi tersebut maka anda sebaiknya menjalankan usaha sprei dan menjelang bulan haji dan lebaran anda coba usaha mukena karena permintaannya sangat banyak.

2. Keyword Planner

Anda klik : adwords.google

Pilih menu Tools kemudian klik Keyword Planner.

Setelah itu anda masukan pada “search new¬† keywords…..” kata sprei kemudian mukena lalu klik get idea. Hasilnya akan anda saksikan seperti berikut ini.

keyword sprei dan mukena

Dari hasil riset tersebut dapat diketahui bahwa permintaan mukena 10K-100K (high) sedangkan Sprei hanya 1K – 10K (Medium). Pertanyaannya kenapa dengan menggunakan alat keyword planner ini hasilnya berbalikan dengan menggunakan google trends. Dimana kalau menggunakan keyword planner justru permintaan mukena sepuluh kali lipat permintaan sprei.

Memang benar karena google planner mendata berdasarkan orang yang beriklan menggunakan kata kunci  sprei dan mukena. Jadi data ini lebih menunjukan kepada persaingan penjual bukan real permintaan di lapangan. Kalau orang banyak membidik kata kunci mukena maka data mukena akan lebih besar dibandingkan dengan data sprei.

Lalu data apa yang mesti diambil dari alat keyword planner ini.

Pertama adalah ada angka minimal 1.000 (1K) untuk permintaan. Jika anda memilih produk dan setelah anda cek di keyword planner hasilnya nol artinya tidak ada orang tertarik jualan maupun beli produk tersebut sehingga seperti yang saya utarakan sebelumnya usaha anda sekeras apapun untuk menjual produk tersebut maka akan sia-sia karena permintaan kecil.

Jadi pastikan anda memilih produk minimal permintaan bulanan 1.000 syukur-syukur persaingan masih mudah (medium atau low) bukan high.

3. Marketplace

Ada tiga market place yang bagus anda coba sebagai pemula yaitu Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

Intinya adalah pertama anda ingin melihat sejauh mana produk yang akan anda jual laku di marketplace dan sejauh mana lakunya oleh para penjual. Meskipun kita tahu bahwa tidak semua penjual dan pembeli online melalui marketplace akan tetapi ini bisa sebagai gambaran.

Yuk kita coba lihat melalui toko pedia

Untuk Mukena pilih Kategori –> Fashion Muslim –> Perlengkapan Ibadah –> Mukena –> urutkan berdasarkan penjualan.

Sampai di sini akan ditampilkan dengan urutan mulai dari penjual mukena yang telah berhasil menjual mukena terbanyak sampai terkecil. Tapi jangan dipilih tiga urutan pertama karena ini merupakan iklan berbayar.

Nah dari sini anda bisa pilih satu persatu penjual tersebut misalnya saya pilih penjual pertama :

penjual-sprei-dan-mukena-di-marketplace

 

Coba anda bayangkan ada yang melihat produk mukena ini sebanyak 75.1 ribu pengunjung dan yang beli sebanyak 2.6 ribu mukena telah berhasil dilakukan. Belum lagi penjual lain sehingga anda bisa membayangkan potensi penjualan produk ini di marketplace dan tentu saja di dunia online.

Dengan cara yang sama anda bisa lakukan untuk produk sprei di tokopedia dan setelah ini bisa anda teruskan di bukalapak dan shopee.

Dengan cara-cara tersebut maka anda akan mendapatkan gambaran apakah produk yang akan anda jual memang laku di dunia online. Jika dari hasil riset tadi ternyata produk yang anda pilih banyak dibutuhkan maka teruskan tetapi jika sepi permintaan segera ganti dengan produk yang lebih menjanjikan meskipun bisa jadi anda sendiri tidak menyukai produk tetapi jika pasar banyak menbutuhkan alangkah baiknya anda memilih produk tersebut. Jika anda tidak suka atau hobi bisa anda pelajari product knowledge-nya

Demikian sekilas panduan riset produk semoga bermanfaat bagi para pemula.

 

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.