Bisnis Lagi Trend dengan Kain Sprei

Bila anda berbelanja ke pusat penjualan kain misalnya di Pasar Tanah Abang atau Pasar Cipadu maka secara umum dapat dipisahkan menjadi kain untuk membuat sprei dan bed cover serta kain untuk membuat pakaian dan sejenisnya.

Bahan untuk membuat pakaian tidak bisa digunakan untuk membuat sprei dan bed cover tetapi yang terjadi belakangan ini bahan sprei bisa digunakan untuk membuat pakaian dan sejenisnya misalnya : mukena, perlengkapan bayi, piyama, tas, gorden, gkm dan seterusnya.

Jadi bahan sprei kegunaannya mulai bervariasi sebagai inovasi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Kenapa bahan sprei bisa digunakan untuk produk inovatif tersebut karena disamping motifnya yang cakep-cakep juga kainnya cukup kuat dan cukup lembut kena ke kulit seperti untuk piyama.

Awal tahun ini ketika pasar sprei agak lesu maka permintaan bahan sprei masih cukup bagus karena banyak permintaan untuk dipakai dalam membuat produk variatif tadi.

Bila kita hanya berfokus kepada satu jenis produk yaitu sprei maka kedepannya kurang bisa berkembang dan kurang cocok bagi anda yang penuh dengan ide inovasi baru. Produk sprei nyaris tidak memerlukan inovasi baru karena dari dulu hingga sekarang yang namanya sprei ya begitu-begitu aja modelnya.

Memang tetap saja terus ada permintaan karena jumlah penduduk terus bertambah yang memerlukan tempat tidur dan sprei. Tetapi karena kurangnya produk inovasi akibatnya margin keuntungan menjual sprei relatif kecil. Banyak produsen sprei membuat sprei dengan model dan bahan yang sama akibatnya sulit untuk menjual dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.

Oleh karena persaingan sangat ketat otomatis akan tersaring secara alamiyah. bagi pengusaha sprei yang bagus bisa bertahan karena bisa mencari order dengan volume yang besar sehingga bisa menekan biasa produksi. Bagi pengusaha sprei yang kesulitan mencari order atau order hanya cukup untuk membiayai operasional maka secara bertahapĀ  tidak akan mampu melanjutkan usahanya.

Dunia bisnis adalah dunia yang penuh dengan tantangan dan terkadang kejam melebihi kejamnya ibu tiri. Kenapa bisa begitu ? karena banyak ibu tiri yang masih sayang kepada anak tirinya tetapi kalau dunia bisnis rata-rata ingin menang sendiri kalau bisa semua pesaing tidak ada biar dia sendiri yang bisa hidup.

Inilah kelemahan memproduksi barang dengan keuntungan yang kecil maka agar bisa bertahan diperlukan volume penjualan yang cukup besar. Di sisi lain pekerjaan untuk mendapatkan volume penjualan yang besar bukanlah suatu pekerjaan yang mudah di tengah persaingan yang ketat. Diperlukan kegigihan dan kesabaran hingga bisa membuahkan hasil.

Untuk mensiasati keuntungan agar lebih besar maka para reseller sprei menjual langsung ke pengguna akhir. Mereka belum biasa membeli sprei online sehingga tidak mengetahui harga pasaran. Bila produsen sprei hanya mengambil keuntungan sekitar 5.000 – 10.000 per sprei maka para reseller sprei bisa menjual diatas harga produsen misalnya bisa mengambil keuntungan minimal 20.000 per sprei.

Produsen sprei hanya mengejar volume penjualan karena menyadari bahwa keuntungan hanya kecil. Jika harga jual dinaikan maka harga terkadang menjadi tidak kompetitif lagi di online. Jadi solusinya adalah dibarengi dengan penjualan offline agar untungnya lebih besar untuk mengimbangi jualan online.

Memang bisnis retail merasakan sepi sejak memasuki awal tahun 2017 dan dari berbagai sumber berita sebagian besarĀ  sektor riil memang lagi lesu. Daya beli masyarakat sedang menurun tapi yang punya uang lagi menahan uang di bank tidak mau membeli barang atau investasi yang penuh dengan resiko karena daya beli menurun tadi.

Tetapi alasan apapun kita sebagai salah satu pelaku usaha memang merasakan ada penurunan penjualan di tahun 2017 ini karena memang kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.

Sebagai pelaku usaha tentu kita tidak boleh terpuruk menyalahkan keadaan tetapi harus mencari teobosan bagaimana agar usaha tetap bisa jalan dan terus menunjukan perkembangan dengan cara menjaga kualitas dan juga inovasi baru dengan menjual aneka produk turunannya dari bahan sprei.

Oleh karena itu kami akan segera mencoba untuk menawarkan produk untuk bayi yang terbuat dari bahan sprei. Produk ini saat ini sedang trend ditengah lesunya daya beli masyarakat. Anda sebagai reseller sprei sebaiknya juga mulai melakukan variasi dalam menjual produk sehingga jika produk utama sedang lesu maka dapat ditutup dengan produk alternatif yang sedang booming.

Ingat masalah itu hanya satu tetapi solusi banyak. Artinya selalu banyak solusi alternatif untuk mengatasi suatu masalah tinggal bagaimana solusi yang anda gunakan tadi tepat sasaran dnegan masalah yang sedang terjadi.

 

 

This entry was posted in Bisnis Sprei. Bookmark the permalink.