Bingung Pilih Bahan Sprei

Ada suami istri yang sudah berusia mungkin dugaan kami di atas 65 tahun mencoba menanyakan beberapa hal kepada pemotong bahan. Katanya saya mau mencari Sprei Katun dan apakah di sini jual Sprei Katun. Katun apa yang dijual di sini dan apakah full katun ? Otomatis pemotong bahan sprei tidak bisa menjawab karena mereka tidak dikasih ilmu tentang bahan, tugas mereka hanya memotong kain. Kemudian kami mencoba ikut nimbrung dalam pembicaraan tersebut dan sedikit menjelaskan sebenarnya Sprei Katun yang dimaksud bapak itu apa. Katanya mau mencari bahan sprei katun. Kemudian kami jelaskan bahwa bahan yang ada di sini semuanya katun hanya tidak semuanya murni full katun. Jika bapak ingin full katun maka cariĀ  Katun Jepang yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan katun lokal. Jadi kebanyakan dari kita mengira bahwa sprei yang beredar di pasaran adalah 100% katun padahal kenyataannya tidak. Kain yang full katun mahal harganya yang mungkin sebagian kecil masyarakat kita yang menggunakan sedangkan sebagian besar masyarakat kita mungkin lebih dari 80% pangsa pasar menggunakan katun bercampur dengan polyester. Jadi semakin besar kadar polyesternya maka bahan semakin murah karena bahan cenderung lebih panas dan sebaliknya kandungan polyester lebih sedikit maka bahan lebih mahal dan lebih dingin. Jadi jangan heran apabila dipasaran ada harga sprei yang murah sekali berarti kandungan polyesternya cukup banyak karena harga kainnya lebih murah.

Bahan Sprei yang utama sebenarnya ada tiga yaitu Katun, Sutra dan Linen. Namun pemakaian bahan katun untuk Sprei dan Bed Cover yang lebih dominan karena memang harganya relatf lebih murah dibandingkan dengan sutra dan linen namun dari sisi kualitas kenyamanan sudah cukup memadai. Disamping alasan ekonomis maka bahan katun juga mudah beradaptasi dengan suhu lingkungan dan mudah dalam proses produksi sehingga menjadikan katun sebagai pilihan utama untuk pembuatan Sprei dan Bed Cover di seluruh dunia.

Bahan katun yang ada di pasaran banyak tingkatan kualitas dan harganya. Jika kita kelompokan maka bahan katun ada tiga kelompok besar, yaitu : Katun Jepang, Katun China dan Katun Lokal. Katun Jepang dan Katun China terbuat dari 100% full katun sedangkan katun lokal hampir semuanya terdapat campuran polyester. Masing-masing fabrikan mempunyai kadar campuran polyester tertentu sesuai dengan harga yang ingin dijual di pasaran. Jika mereka menginginkan harga jual bahan sprei murah maka kadar polyesternya ditambahkan.

Jadi janganlah heran bila di pasaran banyak sekali harga sprei murah bahkan di bawah 60 ribu karena bahannya memang murah yang kadar polyesternya sangat tinggi. Tidak mungkin harga sprei murah tetapi bahannya dibuat dari full katun karena bahan full katun sendiri harga per meternya sudah cukup mahal. Jadi apakah mungkin harga bahan mahal kemudian pada saat dibuat sprei menjadi murah, berarti produsen sprei rugi donk ?

Lalu bagaimana mengetahui bahan tersebut bagus atau tidak ? Memang parameternya banyak sekali namun secara ringkas adalah bila dilihat tidak berbulu, bila diraba tidak kasar, bila dicucui tidak luntur dan jika dipakai maka tidak panas. Bila harga sprei murah maka sebagian besar kriteria ini akan dilanggar sehingga sebagai konsumen tentunya mesti menyadari bila beli sprei murah ya resikonya bahannya tidak berkualitas seperti tadi. Namun tidak apa-apa semua penjual sprei mulai dari kualitas rendah, sedang dan tinggi masing-masing sudah mempunyai pangsa pasar sendiri-sendiri karena memang ekonomi masyrakat juga demikian ada yang lemah, menangah dan kaya.

Demikianlah sekilas tentang pengetahuan bahan sprei katun semoga dapat memberikan gambaran bahwa sprei yang beredar di pasaran itu hampir semuanya dari bahan katun, yang membedakan adalah kadar polyesternya. Sprei murah pasti terbuat dari bahan dengan kadar polyester cukup tinggi karena harga bahannya juga murah. Semakin banyak kandungan katunnya maka sprei semakin nyaman dan dingin jika digunakan.

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.