Beda Sprei Lokal, Sprei Jepang dan Sprei King Koil

Bila kita bicara sprei untuk kebutuhan rumah tangga yang beredar di pasaran maka secara umum dapat kita bedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

1. Sprei Lokal

Sprei lokal sesuai dengan namanya bahannya dibuat di dalam negeri kebanyakan pabriknya di daerah jawa barat. Sprei jenis ini kualitasnya menengah ke bawah karena harganya juga relatif murah.

Kita tidak akan membedakan sprei lokal sesuai dengan merk bahanĀ  tetapi secara umum kita kelompokan kedalam harga yaitu saat ini sprei kelas bawah harga berkisar antara 50-100 ribu, sprei kelas menengah antara 100 – 150 ribu dan sprei kelas atas antara 150-200 ribu per sprei set.

Karakteristik sprei kelas bawah adalah agak kasar, terkadang luntur, mudah pudar karena bahan cetakan lebih murah, agar berpasir dan relatif agak panas. Tetapi jangan salah pasar terbesar dari pembeli sprei adalah di segmen ini karena sebagian besar masyarakat kita berada dalam segmen ini. Sebenarnya menggunakan sprei kelompok ini masih cukup nyaman bila digunakan dalam ruangan yang ber-AC tetapi sayangnya pembeli kelompok ini biasanya ruang tidurnya belum ber-AC. Sedikit terbantu bila tinggal di daerah yang udaranya dingin misal di pegunungan atau puncak.

Karakteristik sprei kelas menengah, sprei bila diraba sudah terasa tidak terlalu kasar, sprei sudah tidak luntur, warna sprei relatif lebih awet karena bahan printingnya lebih bagus, tidak berpasir dan sedikit lebih mudah menyerap panas alias dingin. Pembeli sprei kelompok ini masuk kedalam golongan ekonomi menengah yang jumlahnya tentu lebih sedikit dibandingkan dengan golongan bawah tadi. Dari sisi penjual sprei sudah tidak banyak keluhan dari pembeli yang mempertanyakan kualitas bahan karena secara umum kualitasnya sudah cukup bagus. Lain dengan yang kelompok bawah tadi banyak pembeli yang kecewa karena mungkin spreinya luntur, spreinya panas, spreinya kasar dan sebagainya tetapi pada hakekatnya pembeli tersebut belum menyadari bahwa beli sprei dengan harga murah memang resiko yang harus diterima adalah kualitasnya lebih rendah.

Karakteristik sprei kelas atas pemakai bahan lokal adalah tentu kualitas lebih baik dari sisi kelembutan, lebih nyaman jika digunakan dan bahan lebih dingin. Pengguna kelompok ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan kedua kelompok sebelumnya karena pecinta sprei pada kelompok ini bisa beralih ke kelompok sprei jepang yang harganya 50% lebih mahal tetapi kualitas tentu lebih bagus dari semua sisi. Pada kelompok ini boleh dibilang mereka memiliki ruang tidur ber-AC di rumah sehingga dengan membeli sprei yang berkualitas maka kenyamanan lebih terasa karena dukungan ruangan yang dingin dan bahan sprei yang berkualitas.

Enaknya jualan sprei lokal adalah bahan dibuat di lokal dan mereka memproduksi satu jenis motif dalam jumlah besar dan berulang. Artinya jika anda membeli motif tertentu minggu ini tidak ada bisa jadi minggu berikutnya sudah datang lagi sampai motif tersebut memang sudah tidak diproduksi. Umur satu jenis motif bisa juga tahunan dan ada juga yang sekali produksi tidak diproduksi lagi karena memang kurang laku di pasaran.

Kami mengalami situasi menjual sprei sejak 5 tahun yang lalu tepatnya kami mulai dari tahun 2012. Pada saat itu yang ramai di pasaran untuk sprei lokal kelas menengah adalah star, panca, fortuna, nikita tetapi saat ini terus bermunculan merk baru sehingga menuntut untuk semua produsen bahan sprei untuk selalu mengeluarkan motif baru dalam durasi yang singkat jika ingin bertahan.

Jadi kalau saya amati saat ini jarang ada motif yang bisa bertahan sampai tahunan karena terus bermunculan motif-motif baru yang bagus-bagus dari berbagai merk bahan sprei akhirnya tidak memungkinkan satu jenis motif bisa bertahan lama seperti kondisi 5 tahun yang lalu.

Dengan kondisi seperti ini sebenarnya yang diuntungkan adalah konsumen tetapi sedikit merepotkan bagian produsen atau distributor kain sprei. Konsumen dengan senang hati setiap minggu disajikan banyak pilihan motif yang baru sedangkan para produsen kain harus memutar otak bagaimana agar bisa menjual sprei 1 motif dalam jumlah besar. Resiko juga yang harus diterima oleh para distributor kain sprei dengan seringnya keluar motif baru maka ada kecenderungan motif yang sudah lama tidak laku sehingga menambah stock bahan yang belum laku.

2. Sprei Jepang

Sprei ini dulunya seluruhnya diimport tetapi belakangan ini ada sebagian pabrikan lokal yang membuat sprei dengan kualitas menyerupai sprei jepang. Saat ini memang kualitas sprei jepang sangat beragam mulai dari yang sangat lembut seperti sutera sampai agak kasar hampir mirip seperti sprei lokal. Bila kita tanyakan kepada para pedagang kain jepang alasannya adalah mereka mengambil dari main distributor yang berbeda-beda. Barangkali importir mendapatkan sumber sprei jepang yang berbeda-beda sehingga kualitas bahan juga tidak serupa. Tetapi sejelek kualitas sprei jepang tetap lebih bagus dari sprei lokal karena memang harganya jauh lebih mahal.

Nah kesulitasn anda dalam menjual sprei jepang adalah masalah motif. Pedagang kain sprei jepang hanya menyediakan 1 atau 2 roll setiap motif-nya sehingga jika motif tersebut habis jarang sekali datang lagi untuk pengiriman berikutnya, disamping itu anda juga akan mengalami kesulitan mencari motif tersebut di pedagang kain lain karena setiap pedagang biasanya menyetock kain jepang yang berbeda-beda motif.

Lebih diperparah lagi jika ada konsumen yang meminta sprei jepang dalam jumlah besar dalam 1 motif tentu akan sulit dilayani kecuali yang warna polos. Solusinya tentu kita mengajukan beberapa jenis motif untuk memenuhi total permintaan.

Seperti kita ketahui bahwa 1 roll kain isinya sekitar 100 meter. Jika kebutuhan sprei sekitar 4 meter berarti 1 roll hanya cukup untuk sekitar 25 sprei set. Oleh karena itu untuk motif sprei yang bagus terkadang datang 1 roll akan habis dalam waktu satu atau dua hari saja.

Nah, segmen untuk sprei jepang tentunya untuk kelas menengah ke atas yang jumlahnya tentu sangat sedikit. Tetapi anda bisa mengambil keuntungan lebih besar per spreinya dibandingkan dengan jualan sprei lokal karena memang tingkat permintaan sprei relatif lebih sedikit.

3. Sprei King Koil atau Sprei Tencel

Kualitas sprei king koil lebih bagus dibandingkan dengan sprei jepang khususnya dari sisi kelembutan dan lebih mengkilap. Sprei jenis ini sebagian ada yang import dan yang lainnya juga sudah bisa dibuat di dalam negeri. Sprei ini cocok digunakan untuk keluarga yang mempunyai kamar tidur yang mewah sehingga dengan menggunakan sprei king koil atau sprei tencel ini kemewahan akan lebih terasa.

Sprei ini dikoleksi oleh keluarga kaya yang jumlahnya relatif sedikit tetapi terus meningkat setiap tahunnya.

Itulah beberapa kelompok sprei yang beredar di pasaran dan tentunya jika anda sebagai pemakai dapat menyesuaikan dengan budget yang tersedia dan bila anda sebagai pedagang tentu terserah mau memilih segmen mana : sprei lokal keuntungan kecil tetapi permintaan banyak, sprei jepang keuntungan lebih banyak tetapi permintaan lebih sedikit sedangkan sprei king koil keuntungan besar tetapi permintaan kecil.

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.