Apakah Saya Usaha Sprei Sudah Terlambat ?

Kadang kita terperana jika mendengar ada teman atau bekas teman sekolah yang sudah lama tidak berjumpa kemudian mendengar bahwa mereka saat ini sudah menjadi pengusaha atau pejabat yang sukses. Lebih terperana lagi apabila mereka itu dulunya hanya biasa-biasa saja tidak mempunyai keistimewaan apa-apa dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Namun nasib telah merubah mereka menjadi orang yang berhasil. Dari cerita ini bahwa mereka tadinya dari anaknya orang biasa saja berarti ada satu hal yang luar biasa pada diri mereka, yaitu perjuangan yang tanpa kenal lelah dan mestinya dimulai dari sedikit demi sedikit yang akhirnya menjadi bukit. Kembali lagi ke laptop. Jika demikian apakah saya sudah terlambat untuk memulai suatu usaha ? Katakanlah untuk memulai Usaha Sprei ? Tentu saja tidak ada kata terlambat jika ingin berusaha karena yang dikatakan terlambat itu pada saat sudah ada kesempatan dan peluang maka tidak segera Take Action yang akhirnya pada suatu waktu nanti akan terjadi penyesalan, kata hati seperti demikian “kenapa ya kita tidak mulai usaha ini dari dulu ? jika kita sudah mulai dari dulu mungkin sekarang sudah sukses”. Nah, dari sini yang menjadi penekanan adalah bahwa keterlambatan untuk memulai suatu usaha bukan pada usia namun lebih kepada saat ada kesempatan tidak segera melakukan suatu tindakan nyata sehingga kesempatan yang ada didepan mata hilang begitu saja.

Memulai usaha sprei ataupun usaha apapun tidak ada kata terlambat yang penting adalah segera mengambil tindakan. Berpikirlah positif bahwa usia bukanlah kendala untuk mulai menekuni suatu usaha. Bukannya orang yang berhasil berusaha diusia setelah pensiun juga ada namun mereka ada sedikit kendala yaitu biasanya sudah dibarengi dengan berbagai macam masalah dengan kesehatannya namun mereka ada sedikit keunggulan yaitu lebih berpengalaman.

Memulai usaha sprei belakangan apakah pasti tidak bisa maju seperti mereka yang sudah duluan usaha sprei. Tidak ada hal yang tidak mungkin. Mari kita perhatikan sebagian besar orang yang sukses dari segi materi mereka dulunya juga tidak tahu apa-apa yang akhirnya belajar di bangku sekolah. Mereka telah belajar dari guru-guru mereka yang mungkin saat ini masih menjadi guru atau sudah pensiun. Banyak anak-anak yang jauh lebih maju daripada orang tuanya yang hidup dikampung. Hal ini menunjukan bahwa tekat dan kemauan untuk terus belajar tidak menutup kemungkinan bahwa kita bisa menjadi pengusaha sprei yang handal.

Kesimpulannya bahwa tidak ada kata telambat dalam Memulai Usaha yang bisa kita cermati saat ada peluang dan kesempatan. Peluang itu tidak semuanya orang bisa mengetahui dengan baik. Orang yang mengetahui peluang memang hidupnya penuh dengan cita-cita bisnis. Contoh kita kebetulan lagi jalan-jalan kemudian ada seekor ayam melintas di jalan dengan membawa banyak anak-anaknya. Orang yang tidak biasa dengan membaca peluang maka lewatnya ayam tersebut tidak akan memberikan dampak apa-apa terhadap dirinya. Namun bagi orang yang mempunyai cita-cita ingin menjadi pengusaha peluang sekecil apapun maka akan dapat diamati dan diperhatikan. Jadi jika seorang pengusaha melihat ayam yang sedang berjalan tadi maka bisa jadi dibenak pikirannya adalah bagaimana kalau saya bisa mempunyai usaha ayam potong, bagaimana kalau saya bisa punya rumah makan ayam bakar, bagaimana kalau saya bisa mempunyai bisnis penetasan telur dan lain-lain. Jadi cara membaca peluang usaha itu perlu dipertajam dengan naluri bisnis dan semuanya berasal dari niat.

 

This entry was posted in Usaha Sprei. Bookmark the permalink.