Apa yang Mempengaruhi Kualitas Sprei

Bila Anda ingin sebagai produsen sprei, pedagang sprei atau pengguna sprei tentunya ingin mengetahui apa saja yang mempengaruhi kualitas sprei. Dengan adanya sedikit pengetahuan ini maka akan memudahkan anda untuk menilai apakah suatu sprei itu kualitasnya bagus atau jelek. Apa yang mempengaruhi kualitas sprei itu ?

Kualitas Sprei ditentukan oleh dua hal yaitu Bahan Sprei dan Penjahitannya.

KUALITAS BAHAN SPREI :

  1. Harga : Sprei dengan harga mahal biasanya kualitas bahannya lebih bagus dari pada sprei murah, misalnya katun jepang jelas kualitasnya lebih bagus dari pada katun lokal karena sebagian besar katun lokal bahannya dicampur dengan polyester agar harganya lebih murah.
  2. Kelembutan : Jika bahan full katun maka akan lebih lembut jika dibandingkan dengan bahan yang dicampur dengan polyester semakin banyak kandungan polyester maka sprei akan semakin kaku.
  3. Kerapatan : Dalam istilah sprei kerapatan diukur dengan istilah thread count yaitu menghitung jumlah benang yang ditenun dalam satu inch persegi kain. Sprei dan bed cover yang dijual di pasaran kebanyakan memiliki thread count antara 150-400. Sprei campuran antara katun dan polyester biasanya mempunyai thread count sekitar 150 dan semakin tinggi kandungan katunnya maka thread count akan semakin besar. Standard untuk menilai thread count adalah : rendah <160, sedang 160-200, baik (percale) > 200. Semakin besar thread count berarti sprei semakin rapat sehingga secara kualitas akan semakin baik dan tentunya harganya juga semakin mahal karena sprei yang kerapatannya tinggi tidak mudah robek sehingga akan lebih awet (tahan lama).
  4. Dingin : Dingin atau panasnya suatu sprei tergantung dari kandungan polyester semakin tinggi kandungan polyester berarti sprei semakin panas dan sebaliknya. Namun kelebihan jika kandungan polyesternya tinggi sprei tidak mudah kusut.
  5. Tidak berbulu : Terkadang sprei baru dipakai beberapa bulan dan sering dicuci terkadang sudah mulai timbul bulu-bulu kecil dipermukaannya. Timbulnya bulu-bulu kecil ini menandakan bahwa kualitas benang yang dipakai kurang bagus karena berasal dari bahan yang murah.
  6. Kehalusan : Sprei yang mengandung banyak polyester biasanya akan semakin halus, mengkilap dan kaku. Jadi meski dibedakan antara kelembutan dan kehalusan.  Cara menentukan kehalusan dengan meraba sebidang permukaan namun untuk menentukan kelembutan memakai jari jemari.
  7. Luntur : Luntur tidaknya suatu sprei tergantung dari kualitas bahan sprei dan kualitas cetakan. Jika bahan cetakan bagus namun bahan sprei tidak bagus tetap hasilnya bisa luntur jadi yang ideal adalah bahannya bagus (kandungan polyester sedikit) dengan bahan cetakan juga bagus maka akan menghasilkan sprei tidak luntur.
  8. Kasar/Halus : Kasar atau halusnya suatu sprei ditentukan oleh kandungan polyester, kerapatan benang dan kualitas benang.

Di atas adalah yang mempengaruhi kualitas sprei dari segi bahan dan berikut adalah kualitas sprei yang diakibatkan oleh kualitas pengerjaan. Hal ini juga penting karena bisa jadi kualitas bahannya sudah bagus namun akibat kualitas pengerjaan yang kurang bagus menjadikan sprei berkualitas secara keseluruhan jelek.

KUALITAS PENJAHITAN SPREI :

  1. Penjahitan : Kita mengenal penjahitan yang rapih dan tidak rapih. Hal ini terlihat pada kelurusan dan sambungan bagaimana penjahit melakukan hal ini. Penjahit yang profesional biasanya akan melakukan pelipatan dan penjahitan kain secara lurus dan merata.
  2. Benang yang dipakai : Benang yang dipakai ada yang berkualitas bagus yang artinya tidak mudah putus dan ada yang berkualitas jelek yang mudah putus. Kualitas benang juga dapat dilihat dari segi warna. Biasanya untuk produsen sprei besar mereka tidak mau ambil pusing untuk semua warna sprei menggunakan warna benang jahitan putih namun untuk industri sprei rumahan biasanya warna benang disesuaikan dengan warna sprei. Jadi yang baik tentunya warna benang sesuai dengan warna sprei. Jika sprei warna merah maka benang jahitan sebaiknya juga warna merah.
  3. Tali Kur : Tali kur biasanya dipakai pada sarung bantal. Tidak semua produsen sprei menggunakan tali kur karena dengan memasang tali kur akan memakan waktu yang lebih lama dan tambahan biaya. Sarung bantal yang ada tali kurnya akan lebih cantik kelihatannya.
  4. Paduan Gambar : Paduan gambar akan nampak pada sarung bantal dan sarung guling. Jika motif sprei banyak gambarnya maka seorang penjahit sprei akan bisa memotong dan memadukan gambar sehingga pada saat ada sambungan gambarnya tidak kelihatan pecah. Memadukan gambar juga bukan pengerjaan mudah namun memerlukan pengalaman dan proses pengerjaan yang lebih lama. Oleh karena itu bagi produsen yang besar biasanya tidak mau pusing memadukan gambar ini yang penting sudah dipotong sesuai ukuran kemudian dijahit akibatnya gambar pada sambungan kelihatan tidak menyatu. Jadi kualitas pengerjaan sprei juga bisa terlihat di cara penyambungan gambar ini, semakin mereka bisa memadukan gambar berarti kualitas penjahitan semakin baik.
  5. Ketepatan Ukuran : Ukuran penjaitan terkadang juga mempengaruhi kualitas sprei, misalnya ketinggian sprei seharusnya 25 cm namun kenyataanya 23 cm. Hal ini terjadi bukan karena mengurangi bahan spreinya namun kurang dalam penjahitan tingginya.

 Demikianlah beberapa hal tentang kualitas sprei yang perlu diketahui sehingga anda mengetahui bahwa banyak hal yang mempengaruhi kualitas sprei. Jangan sampai beli sprei yang harganya mahal namun kualitasnya tidak sesuai dengan yang anda inginkan. Semoga dapat memberikan gambaran tentang hal-hal yang mempengaruhi kualitas sprei.

This entry was posted in Cerita Sprei. Bookmark the permalink.